rp({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706"},"updated":{"$t":"2009-11-22T21:15:17.960+08:00"},"title":{"type":"text","$t":"Secangkir Kopi"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Cukup Sekali Tapi Bertahan Lama"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/posts/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default?alt\u003djson-in-script\u0026orderby\u003dpublished"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default?alt\u003djson-in-script\u0026start-index\u003d26\u0026max-results\u003d25\u0026orderby\u003dpublished"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"45"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"25"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-1033067191423000947"},"published":{"$t":"2009-11-15T18:50:00.007+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-15T20:49:27.321+08:00"},"title":{"type":"text","$t":"Imajinasi Ima"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eIma gadis belia yang kerap diejek teman-teman sekolahnya karena fisiknya yang tidak sebagus dan semenarik gadis lain. Berat badannya yang memasuki kategori obesitas sering menjadi bahan ejekan. Itulah alasan kenapa Ima selalu bersikukuh untuk tidak mengunjungi gedung sekolahnya yang sudah berdiri dari tahun 1995 itu. Ima selalu memilih untuk singgah di salah satu game centre yang menyediakan banyak pilihan permainan game mulai dari yang online hingga yang offline. Dari belasan icon yang ada di desktop komputer Ima memilih Ayodance untuk dieksplorasi. Ima terlihat sumringah setiap bermain, semua beban ejekan dan berat badannya seperti diletakkan didalam tasnya yang selalu dia taruh dikolong meja komputer.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eDengan bebasnya Ima bermain dan berimajinasi sebagai penari profesional dengan lekukan tubuh seperti Madonna. Berbagai item dia beli untuk melengkapi dan semakin memantapkan keindahan karakter mayanya. Ima menyihir semua pemain game dengan imajinasinya, bahkan dia mendapatkan pujaan hati melalui game itu, memang tidak berada dalam satu kota tetapi Ima merasa bahagia karena gadis seburuk dia bisa mendapatkan seorang lelaki untuk menyudahi status singlenya.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eIma berhasil menyihir dunianya yang kelam dan penuh ejekan dengan imajinasinya. Tidak ada yang melarang orang untuk berimajinasi, karena pribadi kitalah yang berperan dalam dunia kecil yang kita buat itu. Imajinasi adalah salah satu kekuatan bagi setiap manusia termasuk Ima. Hanya dengan berimajinasi Ima dapat menjalani hidupnya dengan senyuman yang ada di bibirnya. Ima hanya punya kekuatan yang dapat membuatnya terus menerima kehidupan dan ejekan, yaitu imajinasinya. Imajinasinya sebagai seorang diva yang sama dengan manusia lain, bahkan di atas mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTanpa kita sadari imajinasi kita lah yang memacu kita untuk terus bergerak. Berimajinasi memiliki rumah besar membuat setiap orang berlomba mencari uang, berimajinasi sebagai pemimpin membuat orang melatih otaknya menjadi pemikir tangguh, karena hidup adalah seni untuk sebuah kanvas, dan dengan imajinasi kita dapat menorehkan cat warna dengan takaran yang pas dan tepat sesuai komposisi kehidupan yang akan kita jalani nanti.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cb\u003eBERIMAJINASILAH SEBAGAI PEMENANG dan LAKUKAN APA YANG PEMENANG LAKUKAN\u003cbr /\u003e\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-1033067191423000947?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/1033067191423000947/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/11/ima-gadis-belia-yang-kerap-diejek-teman.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/1033067191423000947"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/1033067191423000947"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/11/ima-gadis-belia-yang-kerap-diejek-teman.html","title":"Imajinasi Ima"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-7624159438388230894"},"published":{"$t":"2009-10-31T16:30:00.012+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:46:10.179+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"5setia"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"emotivasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerita"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Personal"}],"title":{"type":"text","$t":"Mereka Panggil Saya Tai Lincung"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eSebuah pertemanan tidak lengkap jika tidak saling memberi nama panggilan. Itulah yang terjadi pada saya, mengenal dunia baru membuat saya mengenal berbagai kata unik sebagai panggilan, salah satunya adalah tai lincung (selanjutnya ditulis te'lincung). Anehnya kata-kata itu digunakan untuk memanggil saya, dan saya hanya merasa santai dan tidak masalah dengan penyematan kata itu (bodoh memang). Entah darimana dan mengapa kata itu bisa dipatenkan untuk saya. Memang terdengar kurang sopan dan tidak beretika jika mendengar kata te'lincung itu namun seiring perjalanan pendewasaan pemikiran, saya mengubah kata itu di otak saya menjadi The Leant Young. Sedikit memaksa memang tapi saya berusaha mengartikannya sebagai hal yang positif yaitu Sandaran Muda, dan itu berarti saya adalah calon-calon pilar baru yang akan jadi sandaran setiap orang. Dan memang saya harapkan demikian dapat menjadi pengubah dan pemikir baru untuk keadaan yang lebih baik demi banyak orang yang memberi saya kepercayaan dan juga untuk mereka yang berpandangan miring.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eSeperti yang sudah saya katakan saya tidak keberatan mereka memanggil saya seperti itu karena saya selalu berusaha mengubah mindset saya dari melihat satu sisi menjadi ribuan sisi, dimana selalu ada hal baik didalam hal jelek. Seperti halnya bermain rubiks yang kini sedang saya\u0026nbsp; geluti, saya berusaha melihat dan memutarnya tidak dengan sudut dan putaran yang sama, karena jika tidak begitu maka setiap warna tidak akan mencapai kesempurnaan. Rubiks adalah cerminan kehidupan kita saya rasa karena banyak hal-hal kecil sebagai masalah yang harus dipecahkan dengan melihat masalah itu dari sisi yang berbeda, begitu pula yang terjadi ketika bermain rubiks, terlalu banyak kotak dan warna yang berbeda yang harus disatukan dengan cara melihat setiap kotak kecil dan setiap warna, bukan satu warna dan tertitik pada satu pusat. Sama seperti kata te'lincung yang sudah pasti dianggap hal yang tidak pantas saya terima sebagai panggilan saya maka saya berusaha untuk mengubahnya dan lebih menekankan kata baru yang lebih sempurna itu sebagai maksud dari mereka memanggil saya yaitu The Leant Young (-sandaran muda-), karena saya percaya dari semua panggilan, hinaan, makian, sahutan, dan kejadian apapun itu semua ada makna yang lebih baik dan tidak 100% memiliki makna jelek. Bagaimana kita mendapatkan makna baik itu, ? ya dengan cara kita memutar otak dan melihat dari ribuan sisi yang tersembunyi dan menyatukannya menjadi lebih baik, melakukan terobosan baru dan membuat ubahan yang lebih diterima otak kita sebelum kita langsung berpandangan jelek.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eMenurut saya orang yang berpandangan miring setiap kali hal jelek terjadi di depan mata mereka adalah orang-orang yang belum menseting otak mereka untuk melihat dan menentukan pendapat dari sisi yang berbeda. Secara alamiah pendapat selalu muncul dari pandangan pertama memang tidak dapat disanggah tapi secara pemikiran, pendapat harusnya dicerna dan dikaji dengan berbagai pilihan yang rumit dan berbeda seperti proses menyamakan tiap sisi rubiks dengan menyatukan warnanya. Saya yakin ketika saya mengenal dunia yang berbeda lainnya (dunia nyata sebagai kuli tinta) nanti saya akan mempunyai pemikiran yang semakin mantap seperti setiap orang yang dengan mantapnya mengatakan tomat sebagai buah bukan sayur, dan kacang tanah sebagai buah bukan umbi, dan memiliki pemikiran yang rumit seperti setiap orang yang dengan rumitnya menentukan ayam atau telur yang lebih dahulu.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: right;\"\u003eregrads,\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: right;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: right;\"\u003eThe Leant Young (te'lincung)\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-7624159438388230894?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/7624159438388230894/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/10/mereka-panggil-saya-tai-lincung.html#comment-form","title":"10 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/7624159438388230894"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/7624159438388230894"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/10/mereka-panggil-saya-tai-lincung.html","title":"Mereka Panggil Saya Tai Lincung"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"10"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-1650598336565753211"},"published":{"$t":"2009-10-22T20:12:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:47:26.733+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pb2009"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"emotivasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Personal"}],"title":{"type":"text","$t":"Peran Pembantu : Kesempatan Untuk Membanggakan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eHidup adalah sebuah kesempatan, namun banyak orang yang mengisi hidupnya dengan mengutamakan persepsi mereka sehingga kesempatan besar pun jadi tidak terlihat ketika mereka dihadapkan dengan intervensi persepi yang sudah mendarah daging. Kesempatan untuk membuat perubahan menjadi kecil, dan hanya memenuhi hidupnya dengan segala persepsi negatif dan pandangan miring tanpa ingin membantu.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eManusia diciptakan berkoloni dan hal itu mewajibakan mereka untuk mengagungkan koloni mereka, agar lebih menonjol dan tidak kalah saing dengan koloni lain. Tapi banyak hal yang melunturkan sikap mengagungkan itu salah satunya persepsi yang memang tidak dapat di lepaskan dari pandangan, pikiran, dan ucapan manusia. Memang akan terlihat munafik jika tangan melakukan apa yang mulut katakan tidak baik. Tapi akan terlihat dewasa dan berjiwa pemenang jika tangan dapat melakukan hal yang terbaik bagi koloni walaupun mulut berkata tidak. Hidup untuk koloni lebih bermanfaat dibanding hidup untuk pemikiran entah apapun perannya baik sebagai aktor utama, sutradara, produser, kru, atau bahkan peran pembantu yang dapat memantapkan sebuah seting keadaan. Tidak akan ada pencahayaan yang bagus,dan sound yang menderu jika tidak ada penggulung kabel, peran kecil terbukti sangat berperan dalam hal ini.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eTidak semua koloni yang terbentuk langsung berada pada keadaan di atas angin, beberapa diantaranya sedang merangkak menapaki setiap level untuk mencapai posisi yang berdampak besar bagi setiap koloni lainnya. Dibutuhkan seorang pelopor untuk berada di bagian paling depan sebagai ujung tombak. Bagai angsa-angsa yang berpindah tempat, hanya ada satu angsa yang diposisikan paling depan dan yang lainnyaberada di sisi kanan dan kiri untuk menstabilkan keadaan agar dapat sampai pada titik pendaratan yang memberikan keuntungan untuk semua angsa. Peran kecillah yang ada pada posisi itu, untuk mengasah setiap ujung tombak, memberi semangat ketika pelopor jatuh, menjaga arah dan mendampingi sebelum sampai pada tujuan, dan yang pasti mendukung dengan semangat yang sama dengan yang dimiliki seorang pelopor.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eSeorang pelopor lahir dari koloni yang sama dengan para peran pembantu, lahir untuk tujuan bersama, lahir untuk melayani peran pembantu, dan lahir demi keagungan koloni. Inilah yang membuat para pemeran pembantu harus mengenyampingkan setiap persepsinya untuk memenangkan sebuah kesempatan, mengambil kesempatan untuk dapat turut serta sebagai peran pembantu yang aktif untuk memberi kebanggaan. Bukan sebagai peran pembantu pasif yang hanya dapat menjadi penonton di depan panggung bukan pekerja di balik panggung. Namun ikut tertawa dan hanya menikmati saja dengan posisi duduk tanpa melakukan perpindahan dan pekerjaan kecil untuk membuktikan peran diri sesungguhnya.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eYang dibutuhkan oleh koloni adalah seorang pelopor dan para peran pembantu yang mau bersama-sama membuat kebanggaan, mengenyampingkan persepsi untuk kebanggaan dan keagungan koloni, bergerak aktif sebagai peran pembantu yang diperhitungkan, bukan peran pembantu yang duduk apatis dengan segala persepsinya seperti benalu yang hidup dari jerih payah tanaman lain.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eLalu dimana posisimu, seorang pelopor yang membutuhkan para peran pembantu solid,\u0026nbsp; peran pembantu yang ikut menyokong seorang pelopor demi kebanggan koloni, atau hanya sebagai peran pembantu yang hanya menikmati tanpa memberi ukiran tetesan keringat untuk kebanggaan.\u003cbr /\u003eKesampingkan persepsi demi kepentingan, kekuatan, kebesaran, pengembangan, dan keagungan koloni (berama), ini kesempatan pembuktian bukan kesempatan untuk memkasa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-1650598336565753211?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/1650598336565753211/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/10/peran-pembantu-kesempatan-untuk.html#comment-form","title":"5 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/1650598336565753211"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/1650598336565753211"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/10/peran-pembantu-kesempatan-untuk.html","title":"Peran Pembantu : Kesempatan Untuk Membanggakan"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"5"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-2325141243432305744"},"published":{"$t":"2009-10-16T17:18:00.000+08:00"},"updated":{"$t":"2009-10-16T17:18:47.030+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tugas Kuliah"}],"title":{"type":"text","$t":"Tugas Dasar KesLing FKM B/2008"},"content":{"type":"html","$t":"Tugas Dengan Tema : \"Permasalahan Kesehatan Lingkungan di Wilayah Anda\"\u003cbr /\u003eKetentuan Tugas\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; :\u003cbr /\u003e\u003col\u003e\u003cli\u003eBentuk Paper, Berisi (BAB 1. Latar Belakang, BAB 2. Isi, BAB 3. Penutup).\u003c/li\u003e\u003cli\u003eDaftar Pustaka Minimal 5 (bukan dari internet, boleh internet namun bukan dari situs tidak pasti ex: blog, melainkan situs dinas kesehatan atau instansi terkait) \u003cbr /\u003e\u003c/li\u003e\u003cli\u003eDilampirkan Foto Kegiatan/Objek.\u003c/li\u003e\u003cli\u003eDikumpul saat kuis tanggal 6 November 2009 (komfirmasi ke kating -saya- supaya di data untuk dosen).\u003c/li\u003e\u003cli\u003e(akan ada perbaikan kententuan -lupa bawa catatan-)\u003cbr /\u003e\u003c/li\u003e\u003c/ol\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-2325141243432305744?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/2325141243432305744/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/10/tugas-dasar-kesling-fkm-b2008.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/2325141243432305744"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/2325141243432305744"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/10/tugas-dasar-kesling-fkm-b2008.html","title":"Tugas Dasar KesLing FKM B/2008"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-2929285390585151336"},"published":{"$t":"2009-09-19T19:50:00.006+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:48:30.995+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Personal"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"Bukan Sekedar Tali Kur, Sepatu Pdh dan Seragam Bro..!"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eSaya (selalu) merasa iri ketika melihat beberapa teman dengan bangganya memajang dan memamerkan foto-foto mereka ketika mengenyam pendidikan di akademi atau intitusi yang ada di Indonesia yang menggunakan seragam resmi. Memang sama dengan saya yang mengenyam pendidikan formal namun bedanya adalah di seragam dan prospek mereka menuju ke masa depan. Siapa tidak iri dengan gagahnya seragam coklat itu dan juga masa depan yang pasti sudah di tangan mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003eTapi siapa sangka di sela-sela rasa iri saya ada juga sindiran bahkan pandangan miring untuk mereka (-terserah jika (dibilang) ini karena rasa iri saya yang berlebih). Namun kenyataan yang ada mereka di manjakan dan sekaligus di jatuhkan oleh rasa bangga itu. Mereka memang (dilatih) menggunakan konsep militer jadi (pasti salah) jika kita berkata mereka merasa nyaman-nyaman saja itu biasa. Tapi tidak biasa jika dikatakan kalau mereka tidak merasakan pendidikan yang membutuhkan keringat bukan karena push up, sit up, atau berlari. Banyak mahasiswa yang bahkan rela pontang-panting mencari pekerjaan sambilan untuk \"kepuasan\" perkulihannya. Sedangkan (beberapa dari) mereka dengan background yang mungkin (sedikit) di atas mahasiswa lain tidak perlu merasakan susahnya mencari uang dari kerja sambilan karena mereka (telah) dimanjakan negara untuk (seharusnya) menjaga nama baik negara. Mereka bangga dengan seragam coklatnya, dengan tali kur warna-warni, juga dengan sepatu Pdh mengkilat mereka tanpa bangga pada baju berkerah para mahasiswa dan sepatu \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003esneekers\u003c/span\u003enya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eNamun kenyataan yang ada siapa yang dapat menggulingkan tonggak Pemerintahan, siapa yang lebih sering mencoreng yang sudah mendidik dan membiayai, siapa yang hanya santai, siapa yang terlalu bangga, dan siapa yang (menjadi) sombong. Pertanyaan itu dapat di jawab dengan veris berbeda, namun saya bisa menjawab dengan penjelasan ringan. Ketika kebanggaan itu menjadi kesombongan maka iya atau tidak seseorang akan merasa paling atas dan hasilnya mereka lupa diri, lupa akan kepada siapa dia harus mengabdi, kepada siapa dia harus menghormati, kepada siapa dia harus tunduk. Semua imbuhan me- itu mereka tidak terima, mereka lebih senang menerima imbuhan di-, dihormati, dibanggakan, disukai, dibayar, dan (mungkin) dibunuh (atau membunuh). Dibunuh disini bukanlah dibunuh secara nyata namun dibunuh oleh kebanggaan mereka sendiri. Ketika mereka lupa bahwa bangasa yang membayar dan memndidik mereka sesungguhnya mengharapkan rasa hormat dan bukan coreng akibat ulah mereka serta para pendidik mereka disana. Bangsa dan masyarakat (pasti) akan bangga jika mereka ingat yang harus mereka lakukan adalah membanggakan nama bangsa dan negara yang telah mendidik mereka secara khusus bukan malah membanggakan nama sendiri.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeharusnya mereka tidak mencari seragam, tali kur, dan sepatu Pdh atau bahkan gaji yang akan langsung di terima . Tetapi mereka harus mencari sikap yang pantas untuk diletakkan di posisi paling depan dalam kamus etika bersosialisasi mereka baik di dalam maupun di luar posisi mereka sebagai orang yang mencari ilmu. Mereka harus ingat mereka diinginkan rakyat untuk memberikan senyum bukan memberikan kebanggaan (yang berlebih). Kebanggan yang sesungguhnya akab di dapat jika orang luar bangga dengan etika kita, etika engkau sebagai anak didik (kami) para rakyat yang membayar kalian. Kemanjaan akan kebanggan berlebih kalian akan menjadi boomerang walau kalian tetap tidak tergoyah dipijakkan kalian sebagai orang yang akan menikmati hasil keringat mahasiswa tanpa seragam, kelak. Tapi kami yakin kami mahasiswa yang (hanya) menggunakan kemeja berkerah juga tidak dapat digoyahkan karena kami (sudah) layak jadi anak bangsa yang berbudi, berakal, beretika, dan tidak mencoreng (walau kami tidak dibayar) negara dengan ulah brutal (hewani) karena kebanggan pada diri sendiri. Kami pilar Indonesia bukan (hanya) penikmat Indonesia.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-2929285390585151336?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/2929285390585151336/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/09/bukan-sekedar-tali-ku-sepatu-pdh-dan.html#comment-form","title":"25 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/2929285390585151336"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/2929285390585151336"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/09/bukan-sekedar-tali-ku-sepatu-pdh-dan.html","title":"Bukan Sekedar Tali Kur, Sepatu Pdh dan Seragam Bro..!"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"25"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-6492111516371721149"},"published":{"$t":"2009-09-17T14:57:00.012+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:49:08.655+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tugas Kuliah"}],"title":{"type":"text","$t":"Tugas K3 FKM"},"content":{"type":"html","$t":"\u003col\u003e\u003cli\u003eCari UU yang berhubungan dengan K3 bukan artikel K3 juga bukan pasal dari UU\u003cbr /\u003e\u003c/li\u003e\u003cli\u003eBuat Judul yang menjadi judul analisis juga merupakan dasar pemikiran untuk menganalisis\u003c/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis dari UU yang dipilih ditulis tangan dan dibuat paper (bukan makalah)\u003c/li\u003e\u003cli\u003eUU diprint dan di jilid Analisis di selipkan di dalamnya\u003cbr /\u003e\u003c/li\u003e\u003cli\u003eAnalisis berisi : Permasalahan Pokok (yang menjadi dasar pemikiran dan disesuaikan isi UU yang dianalisis), Tujuan, Kesimpulan, dan Saran\u003c/li\u003e\u003cli\u003eJudul tiap individu berbeda, juga diusahakan tiap individu berbeda pemilihan UU nya.\u003c/li\u003e\u003cli\u003eKirim judul dengan format : Nama: Judul analisis, UU yang akan di analisis ke. 085247699889\u003cbr /\u003e\u003c/li\u003e\u003cli\u003eTugas dikumpul Setelah Hari Raya Idul Fitri\u003cbr /\u003e\u003c/li\u003e\u003c/ol\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003eJudul yang saya terima\u003cbr /\u003e\u003cul\u003e\u003cli\u003e Isma : Analisis tentang realitas pelaksanaan K3 di Indonesia dari UU no. 23 tahun 1997\u003c/li\u003e\u003cli\u003eSaya : Analisis tentang perlindungan HAM bagi tenaga kerja di Indonesia dari UU no.13 tahun 2003 \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003e(judul dapat berubah)\u003c/span\u003e\u003c/li\u003e\u003cli\u003eNur : Analisis tentang jaminan sosial bagi tenaga kerja di Indonesia dari UU no.1 tahun 1970\u003c/li\u003e\u003cli\u003eLis : Analisis pemeliharaan kesehatan tenaga kerja dari UU no.3 tahun 1992\u003c/li\u003e\u003cli\u003eZainudin : Pembinaan Keselamatan dan kesehatan tenaga kerja di lingkungan tempat kerja dari UU no.1 tahun 1970\u003c/li\u003e\u003cli\u003eNovia : Analisis tentang perbaikan program keselamatan kerja dari UU no.14 tahun 1993\u003c/li\u003e\u003cli\u003eFatimah aka Ima : Analisis tentang jaminan keselamatan tenaga kerja dari UU no.1 tahun 1970\u003c/li\u003e\u003cli\u003eYuli Ambarwati : Analisis tentang tingkat pengawasan Pemerintah terhadap pelaksanaan K3 di Indonesia dari UU no.1 tahun 1970\u003c/li\u003e\u003cli\u003eRena : Rena : Analisis tentang perlindungan hukum bagi tenaga kerja wanita di luar negeri dari UU no.39 tahun 2004\u003c/li\u003e\u003cli\u003eRiska : Analisis tentang syarat-syarat keselamatan kerja dari UU no.1 tahun 1970\u003c/li\u003e\u003cli\u003eCandra : Analisis tentang pelanggaran memperkerjakan anak-anak dari UU no.13 tahun 2003\u003c/li\u003e\u003cli\u003eBayu : Analisis tentang ergonomi, Tunjangan Pelatihan dan Usia Produktif dari UU no. 13 tahun 2003\u003c/li\u003e\u003cli\u003eHeni : Analisis tentang pengaturan dan pengawasan K3 di bidang tambang dari UU no.19 tahun 1973\u003c/li\u003e\u003cli\u003eAnnisa : Analisis tentang kesejahteraan Tenaga Kerja dari UU no.34 tahun 2004\u003c/li\u003e\u003cli\u003eWini : Analisis tentang Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak Gas Bumi dari UU no.44 tahun 1960\u003c/li\u003e\u003cli\u003eSiti : Analisis tentang manajemen K3 dari UU no. 23 tahun 1992\u003c/li\u003e\u003cli\u003eIka : Analisis tentang belum terealisasinya pelaksanaan K3 dilingkungan kantor dari UU no. 23 tahun 1992\u003c/li\u003e\u003cli\u003eJein : Analisis tentnag penerapan UU no.23 tahun 1997 di lingkungan kerja serta hubungannya terhadap masyarakat pekerja dan masyarakat lingkungannya dari UU no.23 tahun 1997\u003c/li\u003e\u003cli\u003eDewi : Analisis tentang keselamatan penyelenggaraan Penerbangan dari UU no.15 tahun 1992\u003c/li\u003e\u003cli\u003eKhairunnisa : Analisis tentang ketentuan-ketentuan pokok mengenai Tenaga Kerja dari UU.14 tahun 1969\u003c/li\u003e\u003cli\u003eVivi : -Judul Belum Ada- dari UU no.3 tahun 1992\u003c/li\u003e\u003c/ul\u003eUntuk yang lain harap tidak mengangkat UU no.1 tahun 1970, UU no.13 tahun 2003, UU no.34 tahun 2004\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-6492111516371721149?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/6492111516371721149/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/09/tugas-k3-fkm.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/6492111516371721149"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/6492111516371721149"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/09/tugas-k3-fkm.html","title":"Tugas K3 FKM"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-736787870455139133"},"published":{"$t":"2009-09-16T17:25:00.006+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:49:33.001+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sehat"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"Paradigma Sehat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eBeberapa orang tahu bahwa sehat adalah suatu keadaan stabil baik dari segi fisik, mental, sosial-ekonomi, dan tentunya produktif. Namun tidak sedikit orang yang hanya tahu sehat itu adalah kondisi ketika tidak sakit, ini yang salah beberapa masyarakat Indonesia lebih memilih mencari sehat jika sakit sedangkan ketika sehat mereka tidak menjaganya. Poin terpenting dari menjaga kesehatan bukanlah ketika kita sakit kemudian berobat dan minum obat lalu sembuh namun ketika kita bisa hidup sehat, menjaga lingkungan, pola makan, dan mengatur aktifitas kita.\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003eKesehatan sebenarnya bukan dilihat saat kita dapat sembuh dari penyakit namun diliha dari saat kita dapat mempertahankan kondisi stabil kita. Kurang lebih ada 15% penduduk Indonesia yang sakit dan 85% lainnya dalam keadaan yang sehat namun pemerintah lebih memperhatikan ke-15% orang sakit ini. Sementara tidak ada pelayanan bagi 85% masyarakat Indonesia yang sehat. Pemerintah lebih memntingkan rumah sakit dibandingkan pusat kesehatan masyarakat yang merata bagi pelayanan dan penyuluhan kesehatan masyarakat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelain dari pemerintah, banyak masyarakat yang lebih senang untuk mengunjungi rumah sakit dibanding merawat diri di rumah, mendengarkan penyuluhan, dan memeriksakan diri secara rutin di puskesmas. Padahal jika dipikir untuk memasuki rumah sakit dan menikmati segala pelayanannya kita butuh biaya yang besar bahkan tidak sedikit ada unsur driskiminasi, sementara jika kita merwat diri dengan pola sehat yang teratur maka konsekuensi untuk mengeluarkan biaya mahal akan di mininalisir. Banyak yang beranggapan sehat adalah sembuh dari penyakit jadi jika sakit berobat ke dokter, minum obat, dan sembuh, dan setelah itu tidak ada hal lain yang menunjang kesehatan individu tersebut termasuk pencegahan agar tidak kembali terkena penyakit yang sama.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCara pandang ini lah yang seharusnya dirubah, dari pada kita membuang-buang biaya yang besar untuk kesehatan di rumah sakit bukankah lebih baik jika kita mencegahnya di rumah masing-masing. Memeriksakan diri ke puskesmas terdekat dan yang pasti ikut menjadi kader kesehatan di lingkungan rumah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eNamun hal ini tidak serta merta terjadi begitu saja, jika tidak ada promosi kesehatan dari pemerintah dan hal ini tentu menjadi hal yang mustahil. Walau sering kita dengar mencegah lebih baik dari mengobati jika kurang promosi maka masyarakat juga tidak akan mengerti bagaimana pencegahan yang baik. Kita tidak akan pernah berjalan jika tidak diajarkan berjalan oleh orang tua kita, begitulah masyarakat tidak akan pernah mengerti pola hidup bersih dan sehat jika tidak pernah ada yang menginformasikannya. Maka alangkah lebih baik jika pemerintah memberdayakan puskesmas dan petugas kesehatan di beberapa wilayah yang kurang terjangkau, bukan malah membangun rumah sakit dan membuat wacana puskesmas 24 jam. Semua akan sia-sia jika aksesnya juga tidak ada contoh jika jauh dari pemukiman warga maka warga akan malas untuk datang secara rutin.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eHal yang paling penting adalah mengubah paradigma sehat itu sendiri. Bukan sembuh dari sakit namun mencegah penyakit dengan pola hidup yang benar. Dengan begitu masyarakat yang sehat akan dipertahankan dan akan bertambah seiring sembuhnya masyarakat yang sakit. Selamat Mencegah dan menikmati Promosi kesehatan yang seharusnya lebih baik dan lebih banyak dari saat ini.\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-736787870455139133?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/736787870455139133/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/09/paradigma-sehat.html#comment-form","title":"7 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/736787870455139133"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/736787870455139133"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/09/paradigma-sehat.html","title":"Paradigma Sehat"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"7"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-3274625080804167858"},"published":{"$t":"2009-09-08T18:43:00.008+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:50:10.172+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pb2009"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"international"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"Ibu Pertiwi Menuntut"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eSebuah titik terang muncul di tengah semua kejadian pengklaiman pihak Malaysia terhadap budaya Indonesia. Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan, UNESCO, telah menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh Indonesia. Selain itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan sejak 2003 kebudayaan Indonesia telah diakui oleh UNESCO dengan diraihnya sertifikat wayang sebagai warisan budaya tak benda dan keris sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Pemerintah terlihat lebih agresif kini dengan menominasikan angklung sebagai warisan budaya dari Indonesia. (ANTARA News~)\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003eBerita ini memberikan rongga waktu beberapa menit bagi masyarakat Indonesia yang sedang tegang untuk merasa lega dan menang. Namun tidak demikian yang di harapkan Ibu Pertiwi, ketika warisan budayanya di klaim terus menerus oleh pihak luar secara tidak langsung Ibu Pertiwi menuntut jati diri anak-anak bangsanya yang sesungguhnya. Gugatan yang pertama di list tuntutan Ibu Pertiwi adalah pertanyaan siapa bangsa ini sebenarnya. Apakah bangsa yang besar tanpa jati diri karena telah teracuni budaya luar yang begitu menglobal dan mudah dijejaki setiap tapak langkahnya. Tidak terasa munafik jika kita menyebut bangsa ini adalah bangsa yang luas dan besar tanpa tangan yang panjang, dada yang lapang, dan tumit yang kokoh untuk merangkul setiap jengkal kebudayaan yang dimiliki. Setiap orang lebih mampu untuk merangkul kebudayaan luar yang sangat kecil dan sedikit.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKini dengan langkah maju Pemerintah Indonesia untuk mempertahankan dan kembali menarik setiap budaya dari genggaman bangsa lain, maka masyarakat kembali dituntut untuk terus melestarikan dan kembali membentuk jati diri bangsa besar yang sesungguhnya. Bukan jati diri tiruan dari bangsa asing yang jelas-jelas berbeda ras dengan Ibu Pertiwi kita, tetapi kita adalah bangsa yang besar yang penuh dengan keragaman budaya, adat, ekonomi-sosial, dan keragaman hayati serta ribuan pulau yang membentang  luas sampai di titik tak terlihat garis pantai. Dan kini bangsa yang besar ini membutuhkan rangkulan yang lebih erat lagi dari anak-anaknya yang hidup dan mencari makan dari  lumpurnya, debunya, airnya, udaranya, daun keringnya, anginnya, awannya, hutannya dan semua dari alamnya, dan itu akan terjadi jika setiap elemen bersatu dan bersama-sama bergandengan tangan untuk memeluk dan menjaga warisan Ibu Pertiwi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIbu Pertiwi kini berharap tidak ada lagi bangsa yang mampu melukai lapisan epidermis para pejuang devisa, berharap tidak ada lagi celah untuk mengakui setiap warisannya, dan menginginkan anak-anaknya meruncingkan belati dan siap memanaskan ujung senapannya untuk membela tanah air dengan tumpahan darah sekali pun. Karena semua perbedaan yang dimiliki anak-anak bangsa adalah rantai dengan ikatan persamaan visi pembangunan dan perdamaian bangsa paling kuat yang akan sulit untuk dipisahakan seperti jemari burung Rajawali yang akan terus mengcengkram kebhinekaan Indonesia sampai pada titik ketika udara tidak lagi dapat dihirup, dan air tidak lagi mengalir.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-3274625080804167858?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/3274625080804167858/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/09/ibu-pertiwi-menuntut.html#comment-form","title":"14 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/3274625080804167858"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/3274625080804167858"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/09/ibu-pertiwi-menuntut.html","title":"Ibu Pertiwi Menuntut"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"14"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-4237741795298862120"},"published":{"$t":"2009-07-16T17:56:00.020+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:58:15.389+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"5setia"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Puisi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Personal"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Poetry"}],"title":{"type":"text","$t":"5setia 2nd Anniversary"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;font-size:180%;\" \u003e170707-170709\u003c/span\u003eSaya tidak menyangka ternyata sudah 2 tahun ini saya menulis di Blog ini. Awal mula pembuatan Blog ini hanyalah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komunikasi, setelah nilai keluar maka saya mengasingkan Blog ini dari pemikiran saya. Mencoba untuk menjelaskan mengapa saya kembali aktif dengan si \"5setia\" ini adalah karena perpisahan dengan sahabat-sahabat saya yang memaksa saya untuk membuat hal yang akan mengingatkan saya pada mereka, maka saya merubah URL Blog ini dari entah saya lupa menjadi 5setia.blogspot.com.\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003eTidak banyak memang postingan yang saya buat namun saya berhasil mengeluarkan pemikiran saya disini, mencoba lebih dewasa sudah saya lakukan dengan Blog ini, dan saya mencoba untuk menulis dengan gaya yang sedikit resmi (-mungkin akan terlihat membosankan-) dengan postingan yang saya harapkan dapat memberi motivasi dan pemahaman hidup pada siapa saja yang membaca. Saya tidak akan merubah gaya menulis saya ini karena saya telah berkomitmen 1 tahun yang lalu untuk menulis artikel-artikel dengan gaya yang lebih resmi. Saya berkomitmen memosting setiap artikel dengan gaya yang lebih resmi dikarenakan saat di tahun 2008 kemarin saya menemukan blog-blog yang saya favoritkan diantaranya \u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eblog milik mommy Laurencia Susan, mbak Graticia, blog Bang Bayu Aditya, blog Ryan Ardhi Mergantara yang kerap disapa mbah13, blognya Pratama Adi, blognya mas Wendra Wijaya, blognya mba Winda Candra, blognya mba Lyla, blognya Bunda Rierie, blognya Cena, blognya mba Edaa, blognya bang Daniel Muthe, blognya Mba Elfira Novi, blognya mas Herfiyalis, blognya Roni Pascal,blognya mas Cahpesisiran, blognya mas Fajar Indra, blognya kak Ivana, blognya Ipanks, blognya bang Alief, blognya mas Awan_Clikerz,\u003c/span\u003e dan banyak lagi, mereka memosting artikel dengan gaya yang lebih resmi dan saya tertarik untuk mengikuti jejak mereka (dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada kalian semua).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOke, saya tidak berharap agar postingan yang saya beri judul \"5setia 2nd Anniversary\" ini membuat mata berair-air tapi saya hanya berharap Blog saya akan tetap eksis walaupun sedikit pengunjung. Untuk sahabat-sahabatku yang memberi saya bantal berlambangkan -S- ini adalah Blog kalian Miss u all so much, walaupun tidak ada pengunjung sekalipun, Blog yang saya dedikasikan untuk kalian ini akan tetap saya isi dengan pemikiran saya, karena dengan Blog ini saya akan terus mengingat kalian.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSaya merangkai puisi dari semua kejadian yang saya ingat yang berhubungan dengan kalian dan itu terinspirasi dari judul puisi yang ajenk tulis (-yang masih saya ingat membuat mata saya berair-) saat pelajaran Bahasa Indonesia dan sedikit saya modifikasi (-bahkan berubah total-) 3setia (-namun saya ganti menjadi 5setia-), saya akan mengingat kalian ber-4.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:130%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e~5setia~\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e1setia kita bertemu\u003cbr /\u003eseyum sapa menghiasi kita\u003cbr /\u003ekalian menegurku ketika didepan pintu\u003cbr /\u003eaku rindu\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e2setia kita mengenal\u003cbr /\u003eperbincangan akrab mulai terdengar\u003cbr /\u003eaku ingat beberapa hal yang membuat kita terlihat sama\u003cbr /\u003eaku sedih\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e3setia kita berteman\u003cbr /\u003etawa dan kebodohan timbul tanpa percuma\u003cbr /\u003ekita saling mentertawakan satu sama lain\u003cbr /\u003eaku ingat ketika kau menghinaku\u003cbr /\u003eaku jengkel\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e4setia kita bersahabat\u003cbr /\u003etingkah-tingkah konyol tak lagi jadi rahasia\u003cbr /\u003eaku masih ingat kebodohan yang kita lakukan\u003cbr /\u003eaku tertawa\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e5setia kita selamanya\u003cbr /\u003emencari cita-cita kita berpisah\u003cbr /\u003eaku masih mengingat kalian\u003cbr /\u003eaku takkan lupa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSamarinda, 160709\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:85%;\"\u003eP.S untuk 5cm/FAJAR \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003e(ingat jess ini nama buatanmu*)\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e :\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:85%;\"\u003eKalian taukah aku disini merindukan saat kita kumpul malam hari, tertawa, bercerita sampai puas, dan saling menghina?\u003cbr /\u003eKalian tahukah aku disini tidak dapat tertawa lepas tanpa pikiran?\u003cbr /\u003eMemang terdengar cengeng dan norak tapi ini lah yang aku rasakan, aku merindukan ketika diriku terhipnotis dengan pembicaraan kita sehingga semua beban pikiran kulupakan. Aku berani seperti ini karena di depan kalian aku pernah menangis. Kalian berarti bagiku walau memang kita banyak perbedaan tapi kalian sangat berarti bagiku\u003c/span\u003e, sangat (kalian keluarga keduaku ^^,)....\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-4237741795298862120?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/4237741795298862120/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/07/5setia-2nd-anniversary.html#comment-form","title":"23 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/4237741795298862120"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/4237741795298862120"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/07/5setia-2nd-anniversary.html","title":"5setia 2nd Anniversary"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"23"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-7859323323228314316"},"published":{"$t":"2009-07-12T17:29:00.009+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:52:02.494+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"The Fragment of Money Rp.2000,00"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eThe Indonesian bank (BI) officially launched the  fragment Rp.2,000 as the payment implement that was legal in Indonesia. The new note the fragment Rp.2,000 this was dominated by the grey colour. The launching of this new money was carried out by the temporary official (Pjs. ) Bank Indonesia Governor, Miranda S. Goeltom, was accompanied by the Deputy Bank Indonesia Governor the field, S. Budi Rochadi, South Kalimantan Governor, Rudy Ariffin, and Central Kalimantan Governor, Agustin Teras Narang of money circulating in Banjarmasin, Kalimantan, yesterday.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SlmubXMkeGI/AAAAAAAAAUA/BF_BdFYGruY/s1600-h/2000.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 138px;\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SlmubXMkeGI/AAAAAAAAAUA/BF_BdFYGruY/s400/2000.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5357505016840353890\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003e“The publication of this new emissions note was the implementation of the policy of the Indonesian Bank in the field of money circulating that is to satisfy the requirement for money rupiah in the community in the nominal number that was enough, the appropriate fragment kind, right on time and in the appropriate condition was published,” explained Miranda.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eThis new change was illustrated Prince Antasari (the National Hero from Banjarmasin, South Kalimantan) with the picture of the Dayak  Dance (-one of culture in Indonesia-) at the back . This money will be current as the legal payment implement from July 10 2009.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBI in his press release to Malang Post explained, the picture election to this money referred to the design of the note beforehand that had the theme the Nasional Hero. This as the form of the appreciation to the heroes and to join in as well as conserve the nation culture. The new note the fragment Rp.2.000 was dominant grey with the savety element  took the form of the sign of illustrated water of Prince Antasari with the security thread that was buried in money paper and be inscribed BI2000 repeatedly that would change be red under ultraviolet rays.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eThis new fragment note also help the requirement for the tuna netra (-the blind person-) by providing the certain code (blind code) nearby right the face part of money that is taking the form of the long cube box that was printed in an intaglio manner. Moreover, like when spending the new note the fragment Rp 100,000 and Rp 20,000 emissions years 2004, as well as Rp 50,000 and Rp 10,000 emissions years 2005, BI also issued Uncut Banknotes Rp 2,000 (special money that was not yet cut off/continued money) as many as 4,700 sheets with their respective continued money kind contained 2 bilyet, 4 bilyet and 50 bilyet. As the collection object, Uncut Banknotes this usual was spent in various countries as the publication of special money. (in March/malangpost)\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-7859323323228314316?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/7859323323228314316/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/07/fragment-of-money-rp200000.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/7859323323228314316"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/7859323323228314316"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/07/fragment-of-money-rp200000.html","title":"The Fragment of Money Rp.2000,00"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://1.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SlmubXMkeGI/AAAAAAAAAUA/BF_BdFYGruY/s72-c/2000.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-1593670784111208133"},"published":{"$t":"2009-07-08T20:11:00.014+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:52:41.814+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerita"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerpen"}],"title":{"type":"text","$t":"Ya!, Aku Menunggu (PART II)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePukul 06.30 dan  aku bergegas mandi karena tidak sabar menantikan saat-saat yang mungkin paling berharga dihidupku.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\"oh nak Hamdani\" ucap ibu yang sedang berusaha menyalakan tungku, \"oh ya, bapak tidak ada. dia pergi ke salah satu agen trevel untuk mengantar beberapa penumpang ke bandara.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAku hanya dapat tersenyum dan mengangguk, yah paling tidak bersikap menghormati. Berpikir semalaman menguras tenagaku juga. Dan baiklah mungkin aku harus mandiri dan memang begitu seharusnya, aku disini hanya menumpang.\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003e\"kau mau kemana Hamdani\" ibu membuatku sedikit terbangun lagi.\u003cbr /\u003e\"oh, saya ingin mandi, apakah ada orang di kamar mandi sehingga ibu  memanggil saya?\"\u003cbr /\u003e\"tunggu biar ibu memasakkan air ini untuk mu\"\u003cbr /\u003e\"oh tidak perlu bu. Lagian kali ini tidak sedingin kemarin kan bu\" aku mencoba untuk tidak merepotkan ibu lagi.\u003cbr /\u003e\"tidak apa, sebaiknya Hamdani duduk dulu disana sampai air ini mendidih\" paksa ibu\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTentu aku tidak boleh angkuh wanita itu lebih tua dariku siapapun dan dari mana asalku aku tidak boleh angkuh, sekali lagi aku hanyalah pendatang. Daguku ku topang dengan tangan, kantuk mulai menggerogotiku dan ini membuat aku sedikit menggerutu kepada air yang sama sekali belum mendidih itu. Andai ada dispenser disini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"ibu biasa melakukan ini\" tanyaku untuk menghilangkan rasa kantukku\u003cbr /\u003e\"ya, selalu....untuk Darmiwan\"\u003cbr /\u003e\"untuk Darmiwan\" dahiku mengkerut dan kerutan itu terlihat jelas.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAku bingung dan sedikit merasa aneh. Bukankah Darmiwan sedang merantau, lalu untuk Darmiwan siapa ibu memasak air. Entahlah nama Darmiwan bukan anak ibu dan bapak saja yang memiliki seperti Hamdani namaku yang sedikit pasaran di lingkungan pekerjaanku sebagai seorang karyawan Bank Swasta.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Lalu sekarang Darmiwan dimana\" mulutku mulai tidak bisa ku kendalikan akibat otakku yang bertanya-tanya.\u003cbr /\u003e\"ada...dia ada...\" ibu menjawab dengan sedikit ketus.\u003cbr /\u003e\"oh....\" aku menutup pembicaraan ini dengan tanpa banyak tanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAku mencoba berjalan kedepan rumah mencari udara yang mungkin bisa membawa segala pertanyaan yang membuatku bingung menjauh. Kini aku terbuai dengan belaian-belaian angin pagi. Mereka memanjakanku dengan oksigen yang dapat kuhirup sebanyak-banyaknya. Namun tak lama berselang suara seorang wanita terdengar dan itu mengusik para angin. Aku pergi ke sumber suara dan terdapat air yang menguap disana.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"sekarang mandilah...sebelum kamu sakit...\" ucap ibu sambil berjalan meninggalkanku.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIbu terlihat aneh, kemarin beliau begitu bijaksana kurasa tapi sekarang entah aku sendiri tidak mengerti. Beberapa guyuran air hangat membuatku lebih merasa segar, membuatku sedikit melupakan keanehan ibu, dan membuat pikiranku lebih tenang.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eAku duduk dipinggir ranjang menarik napas sedikit dan memutuskan untuk beranjak mencari angkot. Aku berani karena aku tidak terlalu buta dengan jalanan kini, kemarin aku sudah melewatinya setidaknya aku berpatokan pada air mancur yang besar itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"bu,...saya pamit keluar sebentar ya bu\" dan aku sedikit membuka tirai kamar ibu dan bapak.\u003cbr /\u003e\"sudah makan?\"\u003cbr /\u003e\"oohhh.. tidak usah bu, saya buru-buru..biar saya makan diluar saja\"\u003cbr /\u003e\"jangan...kamu harus makan\" ibu beranjak dan meletakkan bingkai foto di atas meja riasnya, dia menarik tanganku ke meja makan \"makanlah...nanti kamu sakit...ada tempe goreng sambel...kamu pasti suka...makanlah\" kata ibu sambil menyendok nasi ke atas piring.\u003cbr /\u003e\"terima kasih, bu\" aku menjawab tanpa penolakan\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eAku mau muntah, apakah ini namanya mabuk darat.  Sekarang pukul 09.06 itu berarti aku menghabiskan 68 menit hanya di atas angkot yang  berjalan dengan sangat pelan karena menunggu kendaraan didepannya memberikan rongga. Belum lagi gadis kecil berumur sekitar 5 tahun meronta-ronta pada ibunya karena kepanasan. Telingaku hampir tuli dibuat bisingnya klakson kendaraan lain dan permintaan gadis itu.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\"ting...tong...ting..tong\" ku tekan bel berkali-kali. Aku merasa malu karena pasti membuatnya sangat menunggu lama.\u003cbr /\u003e\"maaf\" satu kata yang terucap dari mulutku ketika kulit putih itu tampak dari balik pintu.\u003cbr /\u003e\"tidak apa-apa..begini lah Jakarta...kau pasti terkena macet kan\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDia dari dulu tidak pernah berubah, selalu menjadi wanita yang sabar. Aku hanya bisa menghela napas sekali.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Lalu kita mau kemana...aku tidak tahu tempat disini\" ajakku sekaligus bertanya\u003cbr /\u003e\"Lebih baik kau masuk dulu, keringkan bajumu dari keringat itu, tidak perlu terburu-buru\" dia menarik tanganku untuk memasuki bagian ruang tamunya. \"duduklah...aku akan mengambilkan air untukmu..pasti kau haus\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRumahnya besar tapi aneh, tidak ada satupun foto terpajang di dinding rumahnya, tidak ada satupun koleksi berbahan kristal yang ku tahu adalah kesukaannya di lemari pajangannya, dan di meja yang sekarang berada tepat di depanku tidak ada vas bunga.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"minumlah....kau masih suka jus jeruk bukan\" jarinya yang lentik menyodorkan segelas air berwarna ke hadapanku.\u003cbr /\u003e\"kau masih ingat?...\" tanyaku dengan sedikit tersenyum karena dia masih mengingat kesukaanku. \"ini rumah baru mu?\" tanyaku\u003cbr /\u003e\"tidak...aku sudah tinggal disini kurang lebih 1 tahun 5 bulanan lah\" jawabnya dengan senyumannya yang khas\u003cbr /\u003e\"lalu dalam waktu yang cukup lama itu bukankah kau bisa melengkapi koleksimu\" ucapku sambil menunjuk lemari pajangannya\u003cbr /\u003e\"bagaimana kalau kita jalan sekarang aku ada tempat yang menarik\" Maya memotong pembicaraan dan berdiri dari tempat duduknya. \"ayo... untuk apa hanya melihat begitu saja\"\u003cbr /\u003e\"oh...ayo\" jawabku\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKami berjalan keluar rumah bersama, ya sungguh hati saya sangat senang. Saat yang ditunggu akan tiba.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eMaya berjalan di depan aku mengikutinya dari belakang, di kanan kiriku hanyalah sebuah pepohonan dan ilalang-ilalang. Aku baru tahu kalau di kota Metropolitan ada tempat seperti ini, biasanya yang kulihat di televisi hanya tempat-tempat hiburan atau  tempat lain yang tidak berhubungan dengan alam bebas.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"bagaimana bagus bukan\" kami berhenti dipuncak bukit.\u003cbr /\u003e\"bagaimana kau bisa menemukan tempat sebagus ini\"\u003cbr /\u003e\"mungkin insting...\" jawabnya singkat dengan sedikit senyuman kebebasan, \"suka....\"\u003cbr /\u003e\"oh tentu....kau sering kesini\"\u003cbr /\u003e\"sering?...mungkin bisa dibilang demikian...uhuk..uhuk..\"\u003cbr /\u003e\"kau sakit?\" tanyaku kawatir\u003cbr /\u003e\"aku sakit....hey aku wanita yang kuat...dulu yang paling sering absen masuk sekolah karena sakit itu kan kamu...ha..ha..ha..ha\" timpalnya seru\u003cbr /\u003e\"ah...kenapa kau masih mengingat itu\" jawabku sedikit malu sambil menurunkan pantatku menyentuh tanah dibawah dan dia mengikutinya\u003cbr /\u003e\"aku kangen masa lalu... dan ingin ke sana...\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKami menghabiskan waktu kami di bawah pohon rindang selama seharian. Aku bahagia  saat ini karena bisa bersama gadis yang kutunggu cukup lama. Kami terus berbicara dengan sedikit tawa menghiasi, semua kenangan masa lalu terus ia korek sampai sedalam mungkin. Kadang beberapa ucapannya terasa sedikit aneh, tapi tak mengapa mungkin itu luapan emosinya seperti aku kemarin.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"kau tidak lapar....kita hampir seharian disini\" tanyaku sediki kawatir karena dia belum mengeluh masalah makanan\u003cbr /\u003e\"kau ingin makan?\" tanyanya balik...\"kau harus menunggu 2 jam lagi sampai pukul 18.00, setelah itu kita akan pindah tempat... kau harus melihat warna awan yang indah ketika matahari turun\"\u003cbr /\u003e\"sunset...??\" tanyaku singkat\u003cbr /\u003e\"sunseet??\" jawabnya \"bukan...hanya melihat awannya saja...\" dia tersenyum\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMemang awan sore terkadang begitu indah dan menarik perhatian, dan aku yakin pasti memang menarik karena aku tahu selera wanita yang berada di sampingku ini tidak sembarangan. Aku harus menunggu lagi, menunggu adalah hal yang paling kubenci tapi selalu kulakukan, namun untuk sekarang aku tidak mengeluh karena aku mengunggu bersama wanita paling cantik di hatiku setelah ibuku yang sudah dipanggil lebih awal.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\"benarkan indah awannya tadi\" bibirnya yang merah bergerak lembut. \"mas es kelapa 2 ya..seperti biasa\" dia memesan untukku juga.\u003cbr /\u003e\"apakah ini yang sering kau lakukan?, setelah dari bukit kau pergi kesini\"\u003cbr /\u003e\"biasanya pinggir jalan lebih nikmat dari restoran berbintang, iyakan?...dulu kau juga berkata seperti itu\" dia tidak menjawab pertanyaan ku tapi balik bertanya\"nasi goreng disini enak loh...masih menjadi makanan favoritmu kan?\"....\"mas nasi gorengnya 2 juga ya\" teriaknya.\u003cbr /\u003e\"sepertinya tidak ada yang kau lupakan dari masa lalu\" tanyaku, tapi dia hanya tersenyum sambil menunggu pesanannya datang.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003eKu antar dia pulang walau aku sendiri tidak membawa kendaraan. Kami naik angkot dan membuat momen hari ini sempurna karena kami dibuat selalu berdampingan dari awal sampai tiba di depan rumahnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"kau kenapa?...kenapa mukamu menjadi tegang\" tanyaku kahwatir \"apa kau lupa mengunci pintu, tapi sepertinya tidak ada apa-apa dirumahmu\"\u003cbr /\u003edia tetap menunjukkan muka tegang dan tidak menjawab \"kamu mau kutemani masuk ke rumah...setidaknya untuk memastikan kau baik-baik saja\"\u003cbr /\u003e\"sudah pergilah...!!!, pergi sekarang juga!!!!\" dia menjawab dengan nada yang tegas menurutku.\u003cbr /\u003e\"kenapa?...\" tanyaku heran\u003cbr /\u003e\"kenapa kau harus banyak bertanya sih..!!!...pulang lah kerumah pak satrio-mu itu!!...cepat!!..\" jawabnya ketus \"cukup untuk hari ini, jangan kau kembali untuk saat ini, aku mohon...\" pintanya\u003cbr /\u003e\"baik....baiklah...aku pulang...sampai jumpa besok...dah\" ku akui ucapanku sedikit terbata-bata.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eAku meninggalkannya sendirian di depan pagar rumahnya, namun aku tidak langsung pulang. Aku menunggu dari sebrang jalan dan mengamati rumahnya untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Terlihat pundakya sempat menaik dari belakang dan bisa dikatakan dia menghela napas untuk langkah pertamanya. Ku tatap langkah kakinya sampai berada di depan garasi mobilnya dan dia kembali berhenti. Sekarang aku tersadar kalau jumlah mobilnya kini bertambah 1, aku semakin curiga apa yang terjadi sebenarnya. Kakinya melangkah lagi menuju depan pintu, dan secara otomatis tangannya bergerak memutar gagang pintu, dia masuk dan aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana. Suasana hening kakiku melangkah maju 3 kali tapi ter henti aku teringat permintaannya untuk jangan datang. Aku menarik kakiku kebelakang dan lenyap di kegelapan malam di depan rumahnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003e*bersambung\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ci\u003ebelum baca PART I silahkan klik \u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com/2009/07/ya-aku-menunggu.html\" target\u003d\"_blank\"\u003esini\u003c/a\u003e\u003c/i\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-1593670784111208133?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/1593670784111208133/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/07/ya-aku-menunggu-part-ii.html#comment-form","title":"15 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/1593670784111208133"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/1593670784111208133"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/07/ya-aku-menunggu-part-ii.html","title":"Ya!, Aku Menunggu (PART II)"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"15"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-2568019639010347992"},"published":{"$t":"2009-07-06T16:10:00.006+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:53:25.713+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerita"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerpen"}],"title":{"type":"text","$t":"Ya! Aku Menunggu"},"content":{"type":"html","$t":"\"Selamat Siang bapak.. kita sudah sampai tujuan bapak\"...\u003cbr /\u003e\"mmh...ooh maaf saya sedang melamun tadi\"\u003cbr /\u003e\"Tidak apa bapak, terima kasih telah menggunakan pelayanan kami dan kami harap bapak puas akan pelayanan kami\"\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eAku bahkan tidak menyadari kalau pesawat ini telah sampai di landasan sejak tadi. Ku akui memang sejak awal aku hanya duduk melamun dan bersandar di samping kaca hanya untuk memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Ku harap aku dapat mengatakannya dengan lantang saat aku sampai ke rumahnya atau tidak minimal bertemu dia sajalah. Berjalan di antara orang asing membuatku semakin gugup, harus ku akui ini pertama kalinya pemuda asli Kalimantan sepertiku menginjakkan kaki di Kota Metropolitan seperti ini. Kekaguman yang ku rasa akan kebersihan lorong dan Kaca di samping kanan kiri ku tetap tidak menghapus rasa gugup ku untuk bertemu dia. Dan ku harap alamat yang kudapat dari komentarnya untuk sahabatnya di dinding Facebook sahabatnya itu tidak membawa aku dalam ketersesatan.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\"Hei!!\"\u003cbr /\u003e\"uupss, maaf nona saya tidak sengaja\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSial alamat yang kupegang ini membuat mataku tidak bisa memandang ke arah lain selain ke secarik kertas yang ku genggam erat. Ternyata langkah kaki ku telah sampai di jalan luar Bandara.\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\"Bisa saya bantu Pak\"\u003cbr /\u003e\"oh ya.. boleh... bisakah bapak mengantarkan saya ke salah satu penginapan disini\"\u003cbr /\u003e\"Tentu, silahkan...ooh biar saya saja yang mengangkat koper bapak... waduh cukup berat juga ya\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMata saya tidak lepas dari usaha pria separuh baya itu untuk memasukkan koper saya ke dalam bagasi mobilnya. Saya merasa nyaman saat memasuki mobil kijangnya dan saya harap kenyamanan ini tidak akan cepat menghilang. Perbincangan kecil mulai terjadi, mulai dari pertanyaan tentang asal usul saya, umur saya, dan segala hal yang belum termasuk dalam hal-hal pribadi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Kalau bisa yang murah saja ya, Pak\"\u003cbr /\u003e\"oohh.. bisa, kebetulan saya mengetahui penginapan yang murah. Kurang lebih 60 km lagi.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKegugupan kembali memasuki pikiran saya dan saya harap 60 km ini akan segera tertempuh hanya 1 menit saja, tapi itu adalah suatu hal yang mustahil.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Selamat Datang di Penginapan Sriwedari..\"\u003cbr /\u003e\"Bisakah saya menginap di sini untuk beberapa malam\"\u003cbr /\u003e\"Maaf Bapak saat ini kamar sedang penuh mungkin bapak bisa datang beberapa hari yang akan datang\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJawaban yang tidak saya harapkan keluar dari mulut wanita secantik recepcionist itu. Huh!.. aku sudah merasa lelah. Dan lagi-lagi pria separuh baya membuka percakapan, tentu maksudnya baik. Tapi mungkin aku harus mempertimbangkannya dulu, bagaimanapun juga dia adalah orang asing bagiku.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Bagaimana?\"\u003cbr /\u003e\"mmmhh...\"\u003cbr /\u003e\"Tidak apa, walau rumah saya tidak sebesar rumah-rumah di Pondok Indah tapi layak ditempati untuk beberapa hari kok, sampeyan bisa tinggal di rumah saya kalo sampeyan mau\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKarena hari yang sudah mulai menggelap maka kuputuskan untuk menerima ajakannya menginap di rumahnya untuk beberapa hari, minimal 3 hari sampai aku mendapatkan penginapan. Walau sebaik apapun orang itu tentu aku merasa tidak enak karena dia bukan siapa-siapa ku.\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eRumahnya memang tidak semenarik rumah para pejabat, namun terkesan mewah ketika aku merasakan sambutan sang ibu rumah yang selalu menebarkan senyum, dan memang harus di akui senyum akan terasa mahal ketika hidupmu dikelilingi kesibukan yang membuat jenuh. Beberapa piring dan gelas serta 4 buah tahu dan nasi secukupnya tersusun rapi di atas meja.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Ayo makan dulu\"\u003cbr /\u003e\"Tidak terima kasih saya masih kenyang untuk sekarang\"\u003cbr /\u003e\"Itu untuk sekarang, namun untuk nanti apakah masih sekenyang sekarang. Ayo tidak apa-apa. Maaf ibu tidak bisa memasak makanan yang lebih enak dari ini\"\u003cbr /\u003e\"akh tidak masalah bagi saya, kesederhanaan kadang lebih enak dari kemewahan\" (saya berkata untuk menghilangkan rasa minder sang ibu saat tangan saya ikut tertarik menuju ke meja makan)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMalam yang sederhana di tutup dengan lantunan lagu jawa klasik yang mungkin adalah kesukaan kedua pasangan yang ditinggal merantau anaknya ini. Walau mataku terpejam tapi kegugupanku untuk hari yang belum bisa ku pastikan tidak dapat ikut terpejam, otak ku terus berputar-putar menjelajahi ketidak pastian, apakah akan begini, akan begitu, atau tidak sama sekali. Entah aku sendiri tidak mengetahui kapan otakku berhenti memikirkan ketidak-pastian itu, tapi tiba-tiba saja ada suara orang tua yang memanggilku dan sedikit menggoyang-goyangkan tubuhku.\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\"Tidur nyenyak semalam\"\u003cbr /\u003e\"Bapak, cukup nyenyak tapi sedikit terganggu dengan beberapa bintang malam\"\u003cbr /\u003e\"ha..ha..ha..ha... maklum rumah kecil jadi begitu lah keadaannya, tidak ada masalah dengan kasur kapuk ini\"\u003cbr /\u003e\"Tidak, sama sekali tidak, saya merasa nyaman, bahkan saya sempat berpikir sepertinya ini lebih baik daripada punya penginapan kemarin\"\u003cbr /\u003e\"ha...ha...ha...sampeyan bisa saja...kasur ini belum pernah diganti, paling di jemur saja biar tidak bau apek, dari Darmiwan kecil sampai besar dia menghabiskan waktu tidurnya disini\"\u003cbr /\u003e\"oh.. ini kamar anak bapak.. saya bisa pastikan anak bapak pasti teliti.. terlihat dari pernak-pernik yang tersusun rapi\"\u003cbr /\u003e\"Ya, Darmiwan tidak mau jika perabotannya kami usik, dia cukup mandiri...oh ya sampeyan tidak mau mandi, ibu baru saja merebuskan air, cuaca cukup dingin tidak seperti biasanya dan alangkah segarnya jika sampeyan mandi dengan air yang hangat\"\u003cbr /\u003e\"oohh terimah kasih pak....\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSaya merasa tidak jauh dari keluarga saya saat ini, kehangatan mereka mengalahkan hangatnya air rebusan ibu. Belum lagi ibu selalu manarikku untuk menghampiri meja makan, mereka tidak terusik dengan kedatangan ku, mereka tidak memperlakukan ku sebagai orang asing.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Bagaimana?,, hari ini mau kemana?\"\u003cbr /\u003e\"Lebih baik bicara sehabis makan Pak.. biar Hamdani makan dulu..nanti keselek\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIbu begitu bijaksana, bahkan aku merasakan aura ibu kandung saat beliau menyebutkan namaku. Matahari sepertinya tidak bersahabat seperti kemarin, hari ini begitu terik.\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eAwal perjalanan kami tentunya ke pusat tempat bapak menyewa mobil Kijang ini, dia harus menyetor pemasukan selama seminggu. Aku hanya duduk didalam mobil sementara bapak masuk untuk menyetor uang memang hanya 15 menit tapi sudah bertahun-tahun aku rasakan, bagaimana tidak sepertinya alamat yang kupegang ini memanggilku untuk bergegas. Kurasa wajar saja aku seperti ini karena mungkin ini bisa menjadi hari penentuan ku, apakah penantianku menbuahkan hasil.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Pak kita mencari penginapannya nanti saja ya Pak, kita langsung saja ke sini\" aku menyodorkan alamat yang membuat tanganku berkeringat itu\u003cbr /\u003e\"Lah sampeyan ngapain cari penginapan, sduah tinggal aja di rumah bapak\"\u003cbr /\u003e\"aduh Pak saya tidak enak\"\u003cbr /\u003e\"gak apa..wes kita ke tempat itu tu yang ada di alamat situ..\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eYa...kuharap bapak bisa menginjak gas lebih dalam agar perjalanan lebih singkat. Aku tak mau hari ini sia-sia padahal kami masih mempunyai 7 jam sebelum jam 8 malam nanti. Aku sama sekali buta dengan jalanan kota yang besar ini. Entah sekarang ada dimana yang jelas saya melihat air mancur yang cukup besar di tengah jalan. Mobil Kijang yang saya tumpangi stop di depan sebuah rumah. Kupandang nomor rumahnya dengan jelas, dan mataku berpindah memandang ke kertas yang sudah mulai melembab karena terus digenggam dengan telapak tangan yang basah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"2B....\"\u003cbr /\u003e\"iya ini 2B...\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eLalu apa yang harus ku lakukan, tetap duduk di jok dengan segala kegugupanku atau pergi kembali ke rumah Pak Satrio. Tidak aku terlihat bodoh saat ini, kaki ku seakan-akan terpaku di dalam mobil, aku pusing, pikiranku menerawang kemana-mana, aku berharap terlalu banyak, aku bingung, aku seperti anak kecil yang menunggu ayahnya pulang dari kerja di atas ayunan, bergoyang-goyang tanpa kepastian, seperti perahu kecil yang tidak memiliki kekuatan untuk menahan ombak.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"hei...\"\u003cbr /\u003e\"ah..iya Pak ..kenapa\"\u003cbr /\u003e\"apa yang sampeyan pikirkan, daritadi bapak panggil-panggil kok tidak menyahut\"\u003cbr /\u003e\"anu..................\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRupanya bapak dari tadi memanggilku sementara otakku tidak merespon suara apapun. Aku hanya sedikit gugup, dan mungkin akan tidak gugup jika aku membuka pintu mobil.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Pak saya coba ke sana sebentar ya....\"\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eKakiku melangkah di atas ubin-ubin merah didepan rumahnya dan akhirnya terhenti di depan kayu bergagang. Kuraba sebentar untuk menguatkan diri, kumudian kucoba mengerahkan seluruh indera penglihatanku untuk mencari sesuatu yang bisa ku tekan agar penghuni rumah menyadari keberadaanku disini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Ting...tong....ting...tong...ting...tong\" sesekali ku mengetuk \"tok...tok...tok\"\u003cbr /\u003e\"Siapa?....tunggu sebentar ya...\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKudengar suara Merdu itu masih seperti dulu halus, dan berirama yang menunjukkan dia bukan wanita sembarangan. Gagang pintu kurasa sedikit berputar. Jantungku sepertinya semakin tidak bersahabat, kecepatannya bertambah dan hampir membuatku mati.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Ya.....\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRambutnya yang terurai panjang dan terkibas angin membuat kulit putihnya semakin sempurna. Bibirnya yang semerah darah menarik perhatianku lebih. Kuperhatikan tubuhnya yang sintal dari atas kebawah membuat hati ku semakin kacau, kulitnya begitu putih seputih salju. Ya tidak ada yang berubah dari dirinya tahi lalat di lehernya masih seperti dulu hitam dan tidak merusak kecantikannya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"helllooo.....apa yang kau lihat?\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSial mungkin dia pikir aku berengsek, maniak, lelaki bejat...sial kenapa aku harus terlihat bodoh saat ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"kenapa kau melamun...kita lama tidak jumpa...hei\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDia memukul pundakku kecil dan hal itu membangunkanku dari alam hayal yang membuatku terlihat bodoh.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"hai.... apa kabar?\"\u003cbr /\u003e\"kau aneh....\"\u003cbr /\u003e\"tidak...\"\u003cbr /\u003e\"kenapa tidak... kau aneh, kenapa kau gugup?\"\u003cbr /\u003e\"aku gugup... tidak mungkin itu perasaan mu\"\u003cbr /\u003e\"aku tahu siapa kau, aku melihat keringat di dahi mu dan dari dulu jika kau keringatan kau selalu gugup....\"\u003cbr /\u003e\"oh ya...\"\u003cbr /\u003e\"itu siapa?\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDia menunjuk bapak yang kutinggalkan di dalam mobil. Aku malu, aku terlihat bodoh dengan kata-kata yang kuucapkan tadi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"itu Pak Satrio... aku tinggal di rumahnya saat ini\"\u003cbr /\u003e\"oh ya... kapan kau datang...ayo masuk\"\u003cbr /\u003e\"oh... tidak...mh..maksudku bukan saat ini... kasihan bapak menunggu... setidaknya aku tahu rumahmu...bagaimana besok...kita jalan...\"\u003cbr /\u003e\"panggil saja Pak...Pak....\"\u003cbr /\u003e\"Satrio\"\u003cbr /\u003e\"ya maksud ku itu Pak Satrio...dia boleh masuk...karena kau mempunyai banyak PR...untuk menceritakan aku tentang banyak hal....\"\u003cbr /\u003e\"sepertinya tidak bisa...kasihan bapak sudah tua.... lagian ibu menunggu dirumah...\"\u003cbr /\u003e\"begitu....\"\u003cbr /\u003e\"ya....lalu?\"\u003cbr /\u003e\"lalu?..kenapa kau bertanya padaku?\"\u003cbr /\u003e\"maksudku.. bagaimana tawaranku tadi...besok\"\u003cbr /\u003e\"sebenarnya kau kenapa... kenapa kau icara seperti orang aneh...tidak biasanya...oke tawaranmu aku terima karena begitu banyak pertanyaan ku yang harus kau jawab\"\u003cbr /\u003e\"baiklah aku pulang dulu....\"\u003cbr /\u003e\"hati-hati ya....aku tunggu besok\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAwal yang tidak begitu mengesankan kurasa, semua karena kebodohanku. Kenapa aku harus keringatan, dan harus berbicara seperti orang yang baru belajar bicara. Aku naik ke mobil dan berharap sampai ke rumah untuk mandi dan tidur agar besok aku bisa memperbaiki kebodohanku. Aku senang walau terlihat bodoh tapi aku bisa melihat dia dan dia menerima ajakanku untuk pergi besok.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003e*bersambung*\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-2568019639010347992?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/2568019639010347992/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/07/ya-aku-menunggu.html#comment-form","title":"22 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/2568019639010347992"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/2568019639010347992"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/07/ya-aku-menunggu.html","title":"Ya! Aku Menunggu"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"22"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-6292579667821103835"},"published":{"$t":"2009-04-21T17:45:00.006+08:00"},"updated":{"$t":"2009-11-04T16:54:05.613+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerita"}],"title":{"type":"text","$t":"Saatnya saya Bergerak"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eBukanlah suatu alasan untuk semua orang kalau tidak bisa bergerak hanya karena kekurangan fasilitas. Walau memang fasilitas elektronik ataupun transportasi merupakan faktor penting dalam setiap pergerakan manusia tapi kalau dipikirkan secara mendalam tidak memiliki segala fasilitas pun kita dapat bergerak untuk melakukan sesuatu. Seperti semut mereka dapat mengangkat barang yang lebih besar dari tubuh mereka yang jika kita pikirkan itu adalah hal yang mustahil bagi seekor semut. Berbeda dengan seekor gajah, bertubuh besar namun membawa barang kecil. Hal ini menandakan tidak semua fasilitas yang kita miliki dapat membuat pekerjaan kita menjadi besar. Hal kecil yang kita milikilah yang mampu membuat sebuah pergerakan akan menjadi bermanfaat, hal kecil lah yang membuat sesuatu menjadi lebih terlihat, dan hal kecil lah yang membuat perencanaan menjadi sempurna. Banggalah pada apa yang kita punya walau itu sekecil debu di jalan raya, karena hal kecil akan menjadi besar jika diiringi hal kecil lain yang kita miliki seperti debu yang menumpuk di atas bingkai foto.\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003eManfaatkan segala apa yang kita punya, jangan jadi parasit, menempel pada seseorang yang memiliki hal besar yang tidak akan kita miliki. Sekecil apapun apa yang kita miliki akan sangat berarti jika didedikasikan untuk sekitar kita. Berbeda dengan hal-hal besar yang sulit di bagikan karena keegoisan pemiliknya. Karena \"ukurannya\" yang besar beberapa orang akan sulit untuk berbagi, berbeda dengan hal yang \"berukuran\" kecil yang biasanya tidak perlu dipikirkan untuk dibagikan.\u003cbr /\u003eMemberi lebih mulia dari pada menerima, semua orang pasti tahu akan hal itu. Tapi mengapa banyak orang yang sulit berbagi. Hal itu karena setiap orang menginginkan hal yang besar terjadi dalam hidupnya, namun sesuatu tidak akan terjadi karena tidak ada perkembangan dalam dirinya. Berbeda dengan orang yang ingin berbagi sesuatu terjadi dan ada pembentukan disana, walau tak nampak seperti udara di sekitar kita tapi itu lebih berarti dari pada pasir di padang gurun yang berlimpah namun tidak berguna sama sekali, tandus, gersang, dan tidak ada kelembapan.\u003cbr /\u003eMemang sulit rasanya untuk memilih hal yang besar atau yang kecil, namun jika kita membandingkan hasil yang didapat kita akan dan harus memilih hal kecil mulai sekarang. Fasilitas bukan lah yang terpenting namun dedikasilah yang diharapkan. Dedikasi pada Yang Kuasa, pada keluarga, pada kekasih, pada sahabat, pada teman, pada pendidik, pada sesama, dan pada lingkungan. Saatnya bergerak tanpa meronta-ronta terhadap fasilitas, saatnya bergerak dengan hanya hal kecil ditangan, saatnya bergerak dengan harapan, saatnya bergerak dengan mimpi sesama, saatnya bergerak membawa perubahan. Dan akhirnya kita akan duduk diam dengan kepuasan dan hasil jerih payah kita selama bergerak hanya dengan hal kecil, kita akan terdiam karena melihat hal kecil kita telah berubah menjadi hal yang besar, serta kita akan bahagia selamanya karena dedikasi kita dihargai dengan harga yang hanya diberi Yang Kuasa bukan manusia.\u003cbr /\u003eSaya akan bergerak dengan kemampuan saya untuk membantu teman-teman saya menggerakkan BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman. Dengan Hal kecil kita bisa teman-teman.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-6292579667821103835?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/6292579667821103835/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/04/saatnya-saya-bergerak.html#comment-form","title":"10 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/6292579667821103835"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/6292579667821103835"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/04/saatnya-saya-bergerak.html","title":"Saatnya saya Bergerak"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"10"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-5654027175646035880"},"published":{"$t":"2009-03-13T21:53:00.009+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:51:19.963+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerita"}],"title":{"type":"text","$t":"AppLe Tree"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SbywX-o2zoI/AAAAAAAAARc/Rq2hnKHY6A4/s1600-h/images.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 195px;\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SbywX-o2zoI/AAAAAAAAARc/Rq2hnKHY6A4/s400/images.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5313315586388184706\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003eWe must alive likes a bar of tree that created to serve. serve every human without hope to served. What ever we think if we only expect tree produces a sweet fruit, oxygen that scattered so much,  and water that overflow. But without we realize many people only just want to make a martyr of that trees likes to clean every leaf that scale off even  and that  make many people hate tree existences in some where. Mortallyer again when does human with pleasure the heart to fell the tree that serve human every moment just for a much money.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eWhy does human not alive to can serve but always hope to served. Isn't it true that human is created to mutual serve one with another. Because human always experience dependence. But in reality stills many ego and that force that human personally to is one who important so that he is served by another person. Unconsciously actually that wanted human be one who good, that way everything him do will be good thing also will not like one who will want important most of they will do everything that harm vinicity to get everything that will make them will be important person. Here's moment it we are to change and try mutual serve like loyal apple tree gives red apple sweet, watch over soil, keep water,  and give oxygen every day. Don't ever tired to struggle to be good person that want to serve.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eMore Important Is Good Person Than Better Be Important Person.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-5654027175646035880?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/5654027175646035880/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/03/apple-tree.html#comment-form","title":"8 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/5654027175646035880"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/5654027175646035880"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/03/apple-tree.html","title":"AppLe Tree"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://4.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SbywX-o2zoI/AAAAAAAAARc/Rq2hnKHY6A4/s72-c/images.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"8"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-5199872772745560172"},"published":{"$t":"2009-02-21T18:24:00.004+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:52:26.881+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"emotivasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerita"}],"title":{"type":"text","$t":"4 LiLin dan Makna Kehidupan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003eAda 4 lilin yang menyala\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e,\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Sedikit demi sedikit habis meleleh.\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e percakapan mereka\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Yang pertama berkata: “Aku adalah keindahan.” “Namun\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e mematikan diriku saja!”\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Yang kedua berkata: “Aku adalah Kasih Sayang.” “Sayang aku\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku,\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Cinta” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e berguna.”\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e mencintainya, membenci keluarganya. “\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e ketiga.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Tanpa terduga…\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e melihat ketiga Lilin telah padam.\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e takut akan kegelapan!”\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Lalu ia mengangis tersedu-sedu.\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Jangan takut,\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Janganlah menangis,\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Akulah \"HARAPAN\"\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e lainnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Apa yang tidak pernah mati hanyalah \"HARAPAN\".\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e tersebut, yang dalam situasi apapun mampu\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e menghidupkan kembali Keindahan, Kasih Sayang\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e dan Cinta dengan \"HARAPAN\"-Nya…\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-5199872772745560172?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/5199872772745560172/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/02/4-lilin-dan-makna-kehidupan_600.html#comment-form","title":"16 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/5199872772745560172"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/5199872772745560172"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/02/4-lilin-dan-makna-kehidupan_600.html","title":"4 LiLin dan Makna Kehidupan"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"16"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-212116776267940167"},"published":{"$t":"2009-02-14T02:39:00.001+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:53:10.185+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Puisi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Poetry"}],"title":{"type":"text","$t":"Here I Am"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003ekeep quiet at festivity\u003cbr /\u003ehush at confusion\u003cbr /\u003ei am brittle, brittle in emptiness\u003cbr /\u003erefract dumb i am sit\u003cbr /\u003ewait for crowded incoming\u003cbr /\u003ereturn my heart\u003cbr /\u003eso that i shine to break ocean\u003cbr /\u003eand back hold my day\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-212116776267940167?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/212116776267940167/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/02/here-i-am.html#comment-form","title":"8 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/212116776267940167"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/212116776267940167"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/02/here-i-am.html","title":"Here I Am"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"8"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-6900231383102409580"},"published":{"$t":"2009-02-03T21:15:00.008+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:53:41.058+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Puisi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Poetry"}],"title":{"type":"text","$t":"LIFE not TRUTH"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003eDentang jam terbang terbawa angin\u003cbr /\u003eSenyap merayap di setiap sudut kehidupan\u003cbr /\u003eBulir-bulir air mata akan tertuai\u003cbr /\u003eSenyum itu kini telah memudar\u003cbr /\u003eTawa Lenyap tertelan bersama Liur usang\u003cbr /\u003eCanda  mengambang dalam kepunahan\u003cbr /\u003edan Marah siap menerima kerapuhan\u003cbr /\u003eSemua terganti dengan Tangis sengsara\u003cbr /\u003eTangis akibat kemunafikan\u003cbr /\u003eKemunafikan yang membelah hati nurani\u003cbr /\u003eTangis akibat kenaifan\u003cbr /\u003eKenaifan yang menduakan perasaan\u003cbr /\u003eTangis akibat kemurtadan\u003cbr /\u003emurtad kehidupan\u003cbr /\u003eKehidupan yang diharapkan abadi kini menghilang\u003cbr /\u003eMati terkubur bersama api\u003cbr /\u003eApi yang mengganas memakan setiap nyawa\u003cbr /\u003emembawa penderitaan yang tak diharapkan untuk kekal\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-6900231383102409580?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/6900231383102409580/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/02/life-not-truth.html#comment-form","title":"22 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/6900231383102409580"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/6900231383102409580"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/02/life-not-truth.html","title":"LIFE not TRUTH"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"22"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-9095123027406845788"},"published":{"$t":"2009-01-29T23:07:00.037+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-12T17:42:16.565+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"international"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"n7w"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"Vote For Komodo National Park, Indonesia"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.my-indonesia.info/page.php?ic\u003d1132\u0026amp;id\u003d3243\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/images.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003eKembali waktunya telah tiba untuk memberikan suara dalam pemilihan keajaiban dunia bukan buatan manusia dalam \u003ca href\u003d\"http://www.new7wonders.com/nature/en/liveranking/\"\u003eNew7Wonders\u003c/a\u003e. Dan kali ini yang harus kita vote hanyalah Pulau komodo sebagai satu-satunya nominasi asal Indonesia setelah dua nominasi lainnya harus terhapus dari jajaran nominasi yaitu Danau Toba dan Gunung Krakatau. Komodo National Park berada di Group E (forest, national park, nature reserves) dan kita dapat berbangga diri karena Komodo National Park ini berada di posisi kesebelas pada Group dengan nominator terbanyak setelah Group F yang berisi dengan semua keindahan alam yang berhubungan dengan air. Sebelum kita memberikan suara alangkah baiknya kita untuk mengerti dan mengetahui sejarah Pulau Komodo ini.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003eSEJARAH PULAU KOMODO\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e Sejak dulu di Pulau Komodo, jajaran Kepulauan Flores, Indonesia, telah muncul kisah tentang naga raksasa. Banyak pelaut yang berkisah bahwa naga ini lebih mirip monster yang menakutkan.\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003eEkornya yang besar bisa merubuhkan seekor kerbau hanya dengan satu kibasan. Rahangnya besar dan kuat, hingga mampu menelan seekor babi hutan dalam satu gerakan. Dan dari mulutnya senantiasa menyemburkan api.Kisah ini beredar luas dan sempat menarik perhatian banyak orang. Namun tak pernah ada yang berani mendekati pulau tersebut untuk membuktikannya. Sampai akhirnya pada 1910-an awal, muncul laporan dari gugus satuan tempur armada kapal Belanda yang bermarkas di Flores tentang makhluk misterius yang diduga “naga” mendiami sebuah pulau kecil di wilayah Kepulauan Sunda Lesser (sekarang jajaran Kepulauan Flores, Nusa Tenggara).Para pelaut militer Belanda tersebut memberi laporan bahwa makhluk tersebut kemungkinan berukuran sampai tujuh meter panjangnya, dengan tubuh raksasa dan mulut yang senantiasa menyemburkan api. Letnan Steyn van Hensbroek, seorang pejabat Administrasi Kolonial Belanda di kawasan Flores mendengar laporan ini dan kisah-kisah yang melingkupi Pulau Komodo. Ia pun merencanakan perjalanan ke Pulau Komodo.Setelah mempersenjatai diri dan membawa satu regu tentara terlatih, ia mendarat di pulau tersebut. Setelah beberapa hari di pulau itu, Hensbroek berhasil membunuh satu spesies aneh itu.Ia membawanya ke markas dan dilakukan pengukuran panjang hasil buruannya itu dengan panjang kira-kira 2,1 meter. Bentuknya sangat mirip kadal. Satwa itu kemudian dipotret (didokumentasikan) oleh Peter A Ouwens, Direktur Zoological Museum and Botanical Gardens Bogor, Jawa. Inilah dokumentasi pertama tentang komodo.Ouwens tertarik dengan temuan satwa aneh tersebut. Ia kemudian merekrut seorang pemburu lihai untuk menangkap spesimen untuknya. Sang pemburu berhasil membunuh dua ekor komodo yang berukuran 3,1 meter dan 3,35 meter, plus menangkap dua anakan, masing-masing berukuran di bawah satu meter.Berdasarkan tangkapan sang pemburu ini, Ouwens melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa komodo bukanlah naga penyembur api, melainkan termasuk jenis kadal monitor (monitor lizard) di kelas reptilia.Hasil penelitiannya ini kemudian dipublikasikan pada koran terbitan tahun 1912. Dalam pemberitaan itu, Ouwens memberi saran nama pada kadal raksasa itu Varanus komodoensis sebagai pengganti julukan Komodo Dragon (Naga Komodo).Sadar arti penting komodo sebagai satwa langka, Pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan proteksi terhadap komodo dan Pulau Komodo pada 1915. Jadilah kawasan itu sebagai wilayah konservasi komodo.Temuan komodo sebagai legenda naga yang hidup, memancing rasa ingin tahu dunia internasional. Beberapa ekspedisi ilmiah dari berbagai negara secara bergilir melakukan penelitian di Pulau Komodo.\u003cul style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cli\u003eHewan Prasejarah yang Bertahan\u003c/li\u003e\u003c/ul\u003eUsai Perang Dunia I, sebuah ekspedisi ilmiah dirancang untuk melakukan penelitian komodo. Pada 1926, ekspedisi yang dipimpin W Douglas Burden dari American Museum of Natural History dengan perangkat penelitian termodern, melakukan penelitian selama berbulan-bulan.Ekspedisi yang melibatkan puluhan orang itu menangkap 27 ekor komodo. Mereka melakukan bedah anatomi dan identifikasi spesies. Dari sinilah laporan ilmiah pertama yang lengkap tentang komodo dibuat.\u003cdiv\u003e \u003c/div\u003eDideskripsikan bahwa komodo memiliki kepala yang besar dan kuat, memiliki sepasang mata yang bersinar, kulitnya keras, tebal dan liat. Memiliki kelambir kulit berkerut di bawah lehernya.Bentuknya mirip dengan biawak, dengan empat kaki yang gemuk besar dan ekor yang juga gemuk besar panjang. Memiliki 26 gigi yang tajam, masing-masing berukuran 4 cm, memiliki lidah bercabang yang berwarna merah cerah. Jika dilihat dari kejauhan, lidah yang dijulurkan akan mirip api, karena komodo sering menjulurkan lidahnya seperti ular.Komodo juga pemburu handal. Ia mengandalkan gigitan dan racun bakteri pada ludahnya untuk melumpuhkan mangsa. Ia akan mengikuti mangsanya yang sudah terluka selama berhari-hari, sampai akhirnya mati, barulah ia menyantapnya. Sebagai karnivora dan scavenger (pemakan bangkai), komodo memang hanya ditemui di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, Gili Motang, Owadi dan Samiin. Komodo juga diketahui sebagai hewan yang jago berenang. Dengan cara itulah ia melakukan penjelajahan di pulau-pulau sekitar Flores. \u003cul style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cli\u003e\u003cspan\u003eMisteri Pulau Komodo\u003c/span\u003e\u003c/li\u003e\u003c/ul\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003eSementara itu pada pertengahan abad 20, di Australia ditemukan fosil makhluk purba yang setelah diteliti sangat mirip dengan komodo. Berdasarkan uji karbon, fosil itu diyakini berasal dari masa 60-30 juta tahun lalu. Ini berarti komodo pernah menghuni daratan Australia di masa prasejarah.Namun peneliti masih dibingungkan dengan hubungan Pulau Komodo dengan fosil komodo dari Australia. Walau sejarah geologi bumi menunjukkan bahwa dulunya Australia dan beberapa kepulauan Indonesia adalah satu lempeng, namun Pulau Komodo diperkirakan terbentuk sekitar 1 juta tahun silam.Sementara berdasarkan penelitian, komodo prasejarah sudah punah setidaknya 30 juta tahun lalu, sebelum Pulau Komodo terbentuk. Lantas mengapa komodo hanya bisa ditemukan di Pulau Komodo dan sekitarnya? Sejak kapan komodo menghuni Pulau Komodo? Sementara tidak pernah ditemukan jejak belulang komodo di tempat lain (kecuali Australia). Ini adalah satu misteri yang menuntut penelitian lebih lanjut.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cul style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cli\u003e\u003cspan\u003ePenghuni Pulau Komodo\u003c/span\u003e\u003c/li\u003e\u003c/ul\u003eKomodo dengan nama latin \u003ci\u003eVaranus  komodoensis \u003c/i\u003eadalah hewan asli Kepulauan Flores, Nusa Tenggara. Pulau yang paling banyak ditempati komodo ini diberi nama sesuai dengan nama hewan ini saat ditemukan pada 1910, yakni Pulau Komodo (Komodo Island).\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e \u003c/div\u003eKadal-kadal raksasa ini termasuk hewan yang nyaris punah dengan jumlah populasi di alam liar kurang dari 4.000 ekor. Untuk melindungi komodo, pada 1980 disepakati untuk membentuk kawasan konservasi dalam bentuk Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e \u003c/div\u003eSebaran dan populasi komodo dalam tiga dasawarsa terakhir ini semakin menurun dan keberadaannya semakin terancam, terutama akibat kegiatan perburuan rusa, sebagai mangsa utamanya. Bahkan populasi di Pulau Padar diketahui telah hilang sejak akhir 1990-an, padahal pada awal tahun 1980-an, komodo masih dapat dijumpai di sana. Perhatian dan upaya konservasi spesies ini perlu diberikan secara khusus, karena populasi komodo diambang kepunahan.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e \u003c/div\u003eBagi sebagian penduduk di Pulau Komodo, hewan ini dianggap lebih berbahaya terhadap manusia daripada buaya, karena kandungan bakteri pada air liurnya yang dapat menyebabkan infeksi berat.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e \u003c/div\u003eBiasanya, musim kawin komodo terjadi antara Juni-Juli. Pada Agustus, komodo betina akan menggali sarang berupa gundukan bekas sarang burung Gosong (Megapodius reindwardt) di bukit dan sarang lubang di tanah, untuk menyimpan telurnya yang dapat mencapai 38 butir. Telur komodo biasanya dijaga oleh induknya, namun anak yang baru lahir pada bulan Februari atau Maret tidak dijaga, malah sering dimakan.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e \u003c/div\u003eKomodo membutuhkan lima tahun untuk tumbuh sampai ukuran dua meter dan dapat terus hidup sampai 30 tahun. Memasuki 4-5 tahun adalah masa awal kematangan komodo secara seksual.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e Setelah mengetahui Sejarah singkat Pulau Komodo sekarang waktunya kita untuk mengetahui \u003ca href\u003d\"http://www.gokomodo.org/home.html\"\u003eLokasi Tempat para naga Legenda\u003c/a\u003e tersebut berada .\u003ca href\u003d\"http://www.komodonationalpark.org/\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/images-1.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cul style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cli\u003e\u003cspan\u003eLetak Taman Nasional Komodo\u003c/span\u003e\u003c/li\u003e\u003c/ul\u003eTaman Nasional Komodo terdiri dari tiga          buah pulau besar yaitu pulau Komodo, pulau Rinca dan pulau Padar serta          26 buah pulau besar/kecil lainnya. Sebanyak 11 buah gunung/bukit yang          ada di Taman Nasional Komodo dengan puncak tertinggi yaitu Gunung Satalibo          (± 735 meter dpl). \u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e       \u003c/div\u003eKeadaan alam yang kering dan gersang menjadikan suatu          keunikan tersendiri. Adanya padang savana yang luas, sumber air yang terbatas          dan suhu yang cukup panas; ternyata merupakan habitat yang disenangi oleh          sejenis binatang purba Komodo (\u003cem\u003eVaranus komodoensis\u003c/em\u003e). \u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e       Sebagian besar taman nasional ini merupakan savana dengan          pohon lontar (\u003cem\u003eBorassus flabellifer\u003c/em\u003e) yang paling dominan dan khas.          Beberapa tumbuhan yang ada di Taman Nasional Komodo antara lain rotan          (\u003cem\u003eCalamus \u003c/em\u003esp.), bambu (\u003cem\u003eBambusa \u003c/em\u003esp.), asam (\u003cem\u003eTamarindus          indica\u003c/em\u003e), kepuh (\u003cem\u003eSterculia foetida\u003c/em\u003e), bidara (\u003cem\u003eZiziphus          jujuba\u003c/em\u003e), dan bakau (\u003cem\u003eRhizophora \u003c/em\u003esp.)\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003eSelain satwa khas Komodo, terdapat rusa          (\u003cem\u003eCervus timorensis floresiensis\u003c/em\u003e), babi hutan (\u003cem\u003eSus scrofa\u003c/em\u003e),          ajag (\u003cem\u003eCuon alpinus javanicus\u003c/em\u003e), kuda liar (\u003cem\u003eEquus qaballus\u003c/em\u003e),          kerbau liar (\u003cem\u003eBubalus bubalis\u003c/em\u003e); 2 jenis penyu, 10 jenis lumba-lumba,          6 jenis paus dan duyung yang sering terlihat di perairan laut Taman Nasional          Komodo.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e       \u003c/div\u003ePotensi kehidupan laut di taman nasional ini tercatat          sebanyak 259 jenis karang dan 1.000 jenis ikan seperti barakuda, marlin,          ekor kuning, kakap merah, baronang, dan lain-lain.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e       \u003c/div\u003eTaman Nasional Komodo merupakan asset nasional yang mendapat          dukungan bantuan teknis untuk pengelolaannya secara internasional, dan          telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia dan Cagar Biosfir oleh          UNESCO.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eWisatawan paling banyak mengunjungi Taman Nasional Komodo adalah wisatawan          mancanegara, dimana mereka menyebut taman nasional ini dengan julukan          “dunia tersendiri”. Sejauh mata memandang terlihat lapangan          terbuka dengan beberapa pohon lontar yang tegak menjulang ke langit dilatarbelakangi          rangkaian pegunungan, kesan gersang dan tandus pada padang savana tetapi          riuh oleh beberapa suara burung dan kuda liar, reptil raksasa. Berenang          dan mandi di bawah teriknya matahari dan birunya air laut Flores; merupakan          dunia tersendiri dan pengalaman yang tidak terlupakan oleh para wisatawan.       \u003c/div\u003e\u003cstrong\u003eBeberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:\u003c/strong\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cstrong\u003eLoh Liang.\u003c/strong\u003e Pintu masuk utama untuk kegiatan pengamatan          satwa liar pada hutan musim yang dibatasi oleh pantai pasir putih dan          wisata budaya.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cstrong\u003ePulau Lasa, Pantai Merah, Loh Bo dan Sebita. \u003c/strong\u003eMenyelam          dan snorkeling dengan fasilitas dive shop dan glass bottom boat.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cstrong\u003eBanu Nggulung.\u003c/strong\u003e Pengamatan satwa.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e       \u003c/div\u003eMusim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Juni dan Oktober s/d Desember          setiap tahunnya.\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e       \u003cstrong\u003eCara pencapaian lokasi:\u003c/strong\u003eDenpasar-Mataram-Bima-Sape          (perjalanan darat dan fery) selama dua hari. Dari Sape menuju lokasi taman          nasional menggunakan fery. Denpasar-Labuan Bajo dengan pesawat seminggu          dua kali, dan menggunakan fery atau speedboat dari Labuan Bajo ke lokasi          taman nasional.\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eMengetahui berbagai info tentang Pulau Komodo ini akan membuat kita semakin yakin untuk memberikan suara kita karena Pulau ini ternyata menyimpan banyak misteri dan membanggakan Indonesia.It's time to Vote Komodo National Park in N7W.\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eSebagai tanda telah memberikan suaranya pasang Poster Komodo National Park dengan alamat Linknya di http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/\u003ca href\u003d\"http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cimg style\u003d\"width: 249px; height: 163px;\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/destinasi_destinasicover12.gif\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"  style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKLIK SETIAP GAMBAR AGAR DAPAT INFORMASI LEBIH\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-9095123027406845788?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/9095123027406845788/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/01/vote-for-komodo-national-park-indonesia.html#comment-form","title":"10 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/9095123027406845788"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/9095123027406845788"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/01/vote-for-komodo-national-park-indonesia.html","title":"Vote For Komodo National Park, Indonesia"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"10"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-3849357393377916075"},"published":{"$t":"2009-01-23T20:29:00.003+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:54:36.953+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Puisi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Poetry"}],"title":{"type":"text","$t":"My Wings, My Hope"},"content":{"type":"html","$t":"when I Shout, lost My burden\u003cbr /\u003ewhen I choose silent, i get the Calm\u003cbr /\u003ewhen I Run, I feel Free\u003cbr /\u003eBut...\u003cbr /\u003eI Fall down and my body sick\u003cbr /\u003eand finally I know\u003cbr /\u003eI dont feel Fully freedom\u003cbr /\u003eI dont want only have two foots\u003cbr /\u003efoot for walk\u003cbr /\u003efoot for run\u003cbr /\u003eFoot for jump cheerful\u003cbr /\u003eFoot to make melody in the earth\u003cbr /\u003eBut\u003cbr /\u003eI want have a wings\u003cbr /\u003etwo wings that could Appointed me\u003cbr /\u003eappointed me until i fly\u003cbr /\u003eFly in the air\u003cbr /\u003eAs High As Possible in the air\u003cbr /\u003eto calm my heart,\u003cbr /\u003epeace my soul\u003cbr /\u003eI want fly\u003cbr /\u003efly to leave you are\u003cbr /\u003eand This earth too\u003cbr /\u003eyour Stood place\u003cbr /\u003ethe Space of the contemptible person, dirty human, and Naive people\u003cbr /\u003eLet I fly\u003cbr /\u003efly together peaceful\u003cbr /\u003eyes peaceful... lasting peaceful\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-3849357393377916075?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/3849357393377916075/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/01/my-wings-my-hope.html#comment-form","title":"3 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/3849357393377916075"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/3849357393377916075"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/01/my-wings-my-hope.html","title":"My Wings, My Hope"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"3"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-5399866372071425942"},"published":{"$t":"2009-01-18T16:21:00.017+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:55:20.651+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"international"}],"title":{"type":"text","$t":"Mr. OBAMA : \"Enormous Challenges Will Not Be Solved Quickly\""},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SXMDy_Rpv3I/AAAAAAAAAOo/UkxghoBN1BQ/s1600-h/images.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 85px;\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SXMDy_Rpv3I/AAAAAAAAAOo/UkxghoBN1BQ/s320/images.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5292578161604280178\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cimg src\u003d\"file:///C:/DOCUME%7E1/PINGKI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg\" alt\u003d\"\" /\u003eWASHINGTON — Buoyed all day by thousands of cheering onlookers, President-elect Barack Obama brought his whistle-stop journey to the nation's capital Saturday to kick off a weekend of festivities before his inauguration as the 44th U.S. president.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eThe \"Obama Express\" carrying the 47\u003cimg src\u003d\"file:///C:/DOCUME%7E1/PINGKI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg\" alt\u003d\"\" /\u003e-year-old former Illinois senator pulled into Union Station at nightfall, ending a day-long 137-mile trip from Philadelphia along the same route that Abraham Lincoln traveled before his own inauguration 147 years ago. \u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eThe train, carrying Obama, his wife, Michelle, and their daughters, Malia and Sasha, left Saturday morning from Philadelphia's historic 30th Street Station, and made a stop in Wilmington, Del., to pick up Vice President-elect Joe Biden and his wife, Jill.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e It also stopped in Baltimore, where Obama spoke to a crowd that Deputy Fire Chief Raymond O'Brocki estimated at 40,000 people. \u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e Obama, who trumpeted a call for \"change\" throughout his campaign, called on Americans to have patience and perseverance in the face of economic challenges.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Let's make sure this election is not the end of what we do to change America, but the beginning,\" he told a crowd bundled up against the bitter cold.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMany African-Americans among the crowd wept as Obama, who will become the nation's first black president, addressed the audience.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e As in Philadelphia, the Democrat referred to the founding fathers who overcame great difficulties in giving birth to a new nation.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"The trials we face are very different now, but severe in their own right,\" he said, noting the challenge of an economic crisis and two wars. \"Only a handful of times in our history has a generation been confronted with challenges so vast. \"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"And yet while our problems may be new, what is required to overcome them is not,\" Obama said. \"What is required is the same perseverance and idealism that those first patriots displayed.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHe call for a \"new declaration of independence, not just in our nation, but in our own lives — from ideology and small thinking, prejudice and bigotry — an appeal not to our easy instincts but to our better angels.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHowever, the president-elect warned that the enormous challenges will not be solved quickly and that there will be \"false starts, and setbacks, frustrations and disappointments. In a journey reminiscent of Abraham Lincoln's train trip along the same route before his inauguration 147 years ago, the train set off from historic 30th Street Station in Philadelphia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAs it slowed in Claymont, Del., crowds bundled up against the bitter cold, cheered as Obama — smiling broadly — waved from an open-air, back platform decorated in red, white and blue bunting.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eLikewise, crowds jammed into the small station in Edgewood, Md., shouted \"yes, we can\" as train moved slowly past, with Obama and Biden waving from the last car.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eObama's stop in Baltimore was the longest of the daylong trip.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eThe president-elect and his family rode in style aboard a chartered 1930 Pullman train decked out with brass lamps, a bedroom and dining room. The plush, privately owned car has been used in many presidential campaigns, including by George H.W. Bush in 1992.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOn board were special guests, including former Army officer Matt Kuntz of Helena, Mont., who began promoting better mental health services and screening for soldiers returning from Iraq after his stepbrother committed suicide; Case Western Reserve University history professor Lisa Hazirjian, who worked for the campaign recruiting gay and lesbian volunteers in Ohio and Pennsylvania; and Lilly Ledbetter of Jacksonville, Ala., who sued Goodyear Tire \u0026amp; Rubber Co., for sex discrimination.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eWhile the train replicated part of Lincoln's pre-White House railroad journey to Washington from Illinois in 1861, and security was high, the Obama trip was absent the emotions that raged in the country in the lead up to the Civil War.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eThe fears of a possible assassination plot against the incoming 14th president were so high that Lincoln eventually agreed to change his plans and travel the last leg through Baltimore incognito and on a different train to the capital. The only major problems thus far for the Obama inaugural events is a forecast of freezing temperatures for Tuesday's ceremony and the expected crush of visitors to the nation's capital.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSomewhere between 1 million and 2 million people are expected to make their way to Washington for the swearing-in ceremony and inaugural parade. Some 240,000 tickets have been issued for the festivities at the Capitol, with 28,000 seats.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOn Sunday, Obama will attend a star-studded concert at the Lincoln Memorial, and on Tuesday, he will be sworn into office with his hand on Lincoln's Bible.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIn his weekly Saturday radio and Internet address, Obama said his inauguration Tuesday is a rite of passage that the country marks every four years as a testament to its democratic ideals. He cautioned that its tradition should not be taken for granted.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"We must remember that our nation was founded at a time of kings and queens, and even today billions of people around the world cannot imagine their leaders giving up power without strife or bloodshed,\" Obama said.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHe noted that peaceful transfers between U.S. presidents have come regardless of circumstance.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Inaugurations have taken place during times of war and peace, in depression and prosperity,\" Obama said. \"Our democracy has undergone many changes, and our people have taken many steps in pursuit of a more perfect union. What has always endured is this peaceful and orderly transition of power. While the inauguration ceremonies are taking center stage, the Obama team is also moving along on the governing track. On Friday, the Senate agreed to give him access to the second half of last fall's $700 billion financial industry bailout and House Democrats unveiled an $825 billion stimulus package.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOne of the largest bills ever to make its way through Congress, it calls for federal spending of roughly $550 billion and tax cuts of $275 billion over the next two years to revive the sickly economy. It also focuses heavily on energy, education, health care and jobs-producing highway construction.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeeking to counter critics' claims of excessive spending and too few tax cuts, Obama cast the package as necessary to create long-lasting, well-paying jobs in industries such as alternative energy, and help hard-hit industrial states such as Ohio now and in the future.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAlso Friday, two U.S. officials said Obama was preparing to prohibit the use of waterboarding and harsh interrogation techniques by ordering the CIA to follow military rules for questioning prisoners.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eThe proposal Obama is considering would require all CIA interrogators to follow conduct outlined in the U.S. Army Field Manual, the officials said. The plans would also have the effect of shutting down secret \"black site\" prisons around the world, they said.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eThe new rules would abandon a part of outgoing President George W. Bush's counterterrorism policy that has been condemned internationally.\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-5399866372071425942?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/5399866372071425942/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/01/obama-enormous-challenges-will-not-be.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/5399866372071425942"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/5399866372071425942"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/01/obama-enormous-challenges-will-not-be.html","title":"Mr. OBAMA : \"Enormous Challenges Will Not Be Solved Quickly\""}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://2.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SXMDy_Rpv3I/AAAAAAAAAOo/UkxghoBN1BQ/s72-c/images.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-2234260157193204565"},"published":{"$t":"2009-01-15T15:50:00.015+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:55:20.311+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"}],"title":{"type":"text","$t":"I'm BACK"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eAfter i chose to rest and that not three months like i said, but i got many matters when i resting yesterday and now i feel better. Because I could learn from all of my experiences. For view weeks  when i rest, i got many problems but for me it just a trivial problem. Although  it's trivial problem but that can damage and change my life if immediately was not completed  and that made me studying again and make me know  the meaning of the life. And now i will to make my life better without complaining in each problem of my life. Because I will clearing that and always make smile in my face as for a long time as possible. Because i believe every problem have a solution and we can handleing with smile and fresh mind. And if we trust in God and Obey we can get golden way and can survive in many problem.\u003cbr /\u003eBut i just wanna say sorry because now i cant make some post.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-2234260157193204565?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/2234260157193204565/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/01/im-back.html#comment-form","title":"9 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/2234260157193204565"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/2234260157193204565"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2009/01/im-back.html","title":"I'm BACK"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"9"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-4754375711402605647"},"published":{"$t":"2008-12-06T11:02:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:55:34.028+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"News"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Personal"}],"title":{"type":"text","$t":"PENGUMUMAN"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:180%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:180%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:georgia;\"\u003eUNTUK \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:180%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:georgia;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"color: rgb(0, 0, 102);\"\u003eSEmentara\u003c/span\u003e SAYA OFF ngeBLOG....\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:georgia;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eYAH \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;font-size:100%;\" \u003euntuk \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003e3\u003c/span\u003e \u003cspan style\u003d\"color: rgb(102, 0, 204);font-size:130%;\" \u003eBULAN\u003c/span\u003e ini LAH\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-4754375711402605647?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/4754375711402605647/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2008/12/pengumuman.html#comment-form","title":"3 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/4754375711402605647"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/4754375711402605647"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2008/12/pengumuman.html","title":"\u003ccenter\u003e\u003cblink\u003ePENGUMUMAN\u003c/blink\u003e\u003c/center\u003e"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"3"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-7697676009602175325"},"published":{"$t":"2008-10-02T10:17:00.007+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:56:44.677+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Puisi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Personal"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Poetry"}],"title":{"type":"text","$t":"SULITNYA KU MEMAHAMI AKU (versi puisi)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;font-size:78%;\" \u003eEDISI\u003c/span\u003e \u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;font-size:130%;\" \u003eSAMPAI KAPAN\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003eku menangis\u003cbr /\u003etapi aku tersenyum\u003cbr /\u003etersenyum karena tak dapat mengekspersikan tangisku\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eku Tertawa\u003cbr /\u003etapi ku menagis\u003cbr /\u003emenangis sejadi-jadinya\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eku bermimpi\u003cbr /\u003etapi mimpi itu pergi\u003cbr /\u003epergi dan tak dapat ku raih kembali\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eku berharap\u003cbr /\u003etapi selalu jatuh\u003cbr /\u003ejatuh dan tak berani berharap lagi\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eku ketakutan\u003cbr /\u003etapi tak dapat ku teriak\u003cbr /\u003eteriak agar takutku menghilang\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eku berlari\u003cbr /\u003etapi berat ku melangkahkan kaki\u003cbr /\u003emelangkah untuk lebih baik\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eku meminta\u003cbr /\u003etapi tak terpenuhi\u003cbr /\u003etak terpenuhi karena bukan aku yang terpilih\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cbr /\u003ehancurkan saja aku\u003cbr /\u003ebuat apa ku berbuat\u003cbr /\u003ekalau aku terluka\u003cbr /\u003ebuat apa ku berbicara\u003cbr /\u003ekalau semua itu terpaksa\u003cbr /\u003ebuat apa ku memilih\u003cbr /\u003ekalau aku bodoh\u003cbr /\u003ebuat apa ku bermimpi\u003cbr /\u003ekalau mimpi itu hanya membuatku pedih\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ekau boleh tertawa\u003cbr /\u003etertawa melihat ku menangis\u003cbr /\u003ekau boleh menggunjingku\u003cbr /\u003emenggunjing karena ku terombang-ambing perasaanku\u003cbr /\u003etapi bukankah kau dan aku satu\u003cbr /\u003esebuah jiwa yang merasa dipermainkan oleh dunia dan kehidupan\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003esampai kapan kita begini\u003cbr /\u003esampai kapan ini berakhir\u003cbr /\u003esampai kapan kita tidak berani menghadapi dunia dan kehidupan ini\u003cbr /\u003esampai kapan kita akan menangis\u003cbr /\u003esampai kapan kita tidak dapat berkata jujur pada hidup dan dunia\u003cbr /\u003esampai kapan kita akan berjalan pada jalan yang bukan pilihan kita\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eaku hanya dapat menjawab entah\u003cbr /\u003ekarena esok semua akan terjadi\u003cbr /\u003ekita akan sendiri\u003cbr /\u003ekau akan menangis ketakutan seperti aku\u003cbr /\u003ekarena esok kita akan sendiri\u003cbr /\u003emenikmati kesunyian,dan kebiadaban dunia dan hidup\u003cbr /\u003esehingga jiwa ini benar-benar satu\u003cbr /\u003eya....!!!\u003cbr /\u003emenjadi jiwa pecundang\u003cbr /\u003epecundang....\u003cbr /\u003epecundang yang pantas ditertawakan\u003cbr /\u003editertawakan dunia\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-7697676009602175325?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/7697676009602175325/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2008/10/sulitnya-ku-memahami-aku-versi-puisi.html#comment-form","title":"30 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/7697676009602175325"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/7697676009602175325"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2008/10/sulitnya-ku-memahami-aku-versi-puisi.html","title":"SULITNYA KU MEMAHAMI AKU (versi puisi)"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"30"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-3863021932738285749"},"published":{"$t":"2008-09-24T20:34:00.012+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:57:07.909+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"emotivasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerita"}],"title":{"type":"text","$t":"Karena Kita Kayak Kopi"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNo0eeP2L4I/AAAAAAAAAMY/esVHvlmG4wI/s1600-h/Scoop06.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 221px; height: 221px;\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNo0eeP2L4I/AAAAAAAAAMY/esVHvlmG4wI/s320/Scoop06.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5249566013773983618\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003ePagi itu ketika ku mencium harumnya aroma kopi itu aku merasa ada sesuatu yang menarik dibalik hitam pekatnya warna KOPI itu. Kutuang air yang masih mengeluarkan uapnya agar dapat kumenikmati kopi asli pedesaan itu. Tanpa menggunakan gula putih kucoba merasakan rasa asli kopi itu. PAHIT sepahit hidup yang pernah kujalani dulu, saat kuterjatuh dalam kegagalan yang masih belum bisa kuterima. Kutaburkan beberapa sendok makan gula agar ia dapat menetralisirkan rasa PAHIT itu, atau menguranginya saja kalau tidak bisa menetralisirkan karena ku tahu PAHIT adalah bagian utama dari KOPIyang tidak bisa dipisahakan begitu saja. Sama halnya saat kalian dan teman - teman tempatku berbagi \"menaburkan\" kata - kata yang menyemangatiku, juga mendorong aku agar dapt maju tanpa harus menoleh kebelakang lagi.\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eWaktu itu aku baru menyadari kalau hidup ini tidak dapat dipisahkan dari yang namanya kegagalan, kemunafikan, saat - saat kelam, kedengkian, keirian dan semua yang kita sebut sifat - sifat \"HITAM\". Namun selain itu, layaknya KOPI yang tidak bisa lepas dari warna HITAM aku juga menyadari kalau KOPI tidak bisa melepaskan \"dirinya\" dari warna PUTIH, karena dengan warna PUTIH yang entah berasal dari gula maupun krim KOPI dapat berguna dan membuat sekitarnya nyaman. Begitulah hidup kita yang hanya diwarnai HITAM dan PUTIH bukan ABU - ABU. Kita tentu dilengkapi sifat - sifat baik yang membuat kita selalu dihati seseorang entah siapapun itu.\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eBegitu panjang proses kehidupan KOPI ini agar ia menjadi KOPI dengan kualitas tinggi dan berharga mahal, ketika sang petani mengambil bibitnya dan menaburnya. Ia tidak begitu saja mendapatkan hasil yang begitu istimewa, tapi ia harus menunggu berminggu - minggu sampai tiba saatnya biji - biji KOPI itu mengeras dan matang. Dengan keringat, sang petani terus menjaga dan merawat bibit- bibit itu, tanpa mengenal lelah ia terus merawat mereka karena ia tahu ketika saatnya ia harus melepaskan BIJI - BIJI itu ke tempat penggilingan, dengan perwatan yang baik maka hasil akhirnya pun baik dan sangat berharga. Begitulah manusia, setiap orang tentu akan dirawat oleh seseorang yang tidak pernah patah arang dalam mendidik kita entah mereka orangtua kandung, angkat, para baby sitter, para preman jalanan, atau lainnya. \u003cspan\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eDan ketika tiba waktunya mereka sudah tidak merawat kita sepenuhnya seperti waktu kita masih bayi dan melepaskan kita sama seperti para petani melepaskan BIJI - BIJI KOPInya ke tempat penggilingan. Maka semua sudah ditangan kita sendiri apakah kita mampu  dan mau melewati semua proses seperti proses panjang agar menjadi BUBUK KOPI berkualitas.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eSaat kumembayangkan proses penghalusan biji KOPI yang begitu panjang agar ia dapat berguna, aku baru menyadari kalau menjadi seseorang yang berguna haruslah melewati perjalanan dan proses yang panjang. Kita harus dapat bertahan dikala kita jatuh dan menderita sama seperti saat BIJI KOPI digerus dan digiling dengan suhu yang begitu panasnya. Tersirat jangan pernah mengeluh disana, walau KOPI tidak bisa bicara tapi bila biji itu tidak tahan maka ia akan gosong dan dibuang. Bayangkan dari BIJI KOPI yang begitu kerasnya setelah melewati brbagai macam proses ia dapat menjadi BUBUK KOPI yang halus dan harum. Begitulah kita seharusnya menjalani hidup terus belajar dan melewati semua proses agar kita dapat melunak dan menjadi HARUM pada akhirnya. Sehingga kita tidak sia - sia namun dapat berguna bagi sekitar kita.\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eTidak hanya kita yang bangga, sama seperti para petani KOPI yang bangga saat mendapatkan BIJI - BIJI yang mereka lepas ke penggilingan menjadi BUBUK KOPI berkualitas, begitulah para orang yang merawat kita akan begitu bangganya ketika mereka tahu kalau orang yang sekian bulan ia kandung dan sekian tahun ia rawat berhasil melewati dan melalui semua proses panjang, tidak hanya proses yang membuat kita tersenyum tapi juga proses yang membuat kita menangis sekalipun.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003euupss i wanna say thanks to my luv mommy in blog BUNDA RIERIE , my eldest brother in blog world BANG BAYU,my  friend in blog GELLY, RYAN (mbah13), IPANKS..\u003cbr /\u003eThanks for the award but i will show it after this post...(tes - tes nulis inggris setelah belajar ma BANG BAYU, kalo  salah maap..... akh malu aku!!!! sumpah malu banget)\u003cbr /\u003e(akh ngapain malu,, kalo malu terus tidak akan pernah berkembang... ngeram aja sampe jelek)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eGambar saya ambil \u003ca href\u003d\"http://members.aol.com/slgintl/GoldScp.htm\" style\u003d\"font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);\"\u003eDi Sini\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-3863021932738285749?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/3863021932738285749/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2008/09/karena-kita-kayak-kopi_24.html#comment-form","title":"24 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/3863021932738285749"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/3863021932738285749"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2008/09/karena-kita-kayak-kopi_24.html","title":"Karena Kita Kayak Kopi"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://4.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNo0eeP2L4I/AAAAAAAAAMY/esVHvlmG4wI/s72-c/Scoop06.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"24"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6775692563009996706.post-5562384578747670891"},"published":{"$t":"2008-09-18T17:14:00.007+08:00"},"updated":{"$t":"2009-07-07T22:57:46.549+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"award"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"emotivasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cerita"}],"title":{"type":"text","$t":"INVESTASI yang sudah TIDAK BERHARGA"},"content":{"type":"html","$t":"Pernahkah kita berpikir kalau semua apa yang kita miliki adalah investasi berharga dari Tuhan.\u003cbr /\u003ePernahkah kita berpikir semua organ tubuh kita ini adalah investasi yang sangat - sangat berharga, bahkan tidak dapat dinilai harganya karena begitu besar harganya.\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNImZbk2J4I/AAAAAAAAALw/TVqsHpdhh_w/s1600-h/emas.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNImZbk2J4I/AAAAAAAAALw/TVqsHpdhh_w/s320/emas.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5247298734180935554\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003eIya atau tidak saya selau berada dikubu iya.\u003cbr /\u003eKasus pembagian zakat yang memakan korban, kasus penjualan organ tubuh manusia, kasus salah tembak yang hanya dibayar dengan kata maaf, kasus pembunuhan berantai oleh Ryan, kasus penjualan daging sampah, kasus silikon membawa kematian, etc. Semua itu membuktikan kalau tubuh manusia sudah tidak berharga lagi. Demi uang 30 ribu manusia rela memberi nyawanya (walau itu bukan disengaja), demia uang ratusan juta rupiah (entah kurang atau lebih) manusia rela menjual organ tubuhnya, akibat ego\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e manusia korban salah tembak hanya dibebaskan uang pengobatan, sedikit uang dan kata maaf, demi uang menusia rela meracuni manusia lain, dan akibat ketidakpuasan (tidak bersyukur) manusia rela mempermak tubuhnya.\u003cbr /\u003eSama sekali tidak berharga tubuh kita beserta organ - o\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003ergannya dimata manusia lain.\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003eSemua orang menginginkan bayi mereka saat lahir memiliki organ tubuh yang lengkap, dan sehat. Tapi kenapa setiap orang tidak menghargai dan tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Bukankah Tuhan memberikan kelengkapan organ - organ tubuh kita sebagai investasi kita untuk berkegiatan. Entah dengan dalih apa orang - orang itu rela memberikan organ tubuhnya bahkan nyawa sekalipun, namun kali ini saya hanya membahas rasa tidak bersyukur kita pada investasi Tuhan pada kita. Coba pikirkan dalam benak kita apakah mungkin kita dapat berkegiatan dengan leluasa tanpa jari (menulis),  tanpa kaki (berjalan), etc. Mengapa semua orang memberi lebel harga duniawi pada investasi yang diberikan Tuhan. Padahal semua macam bentuk investasi itu tidak ada nominal tetapnya akibat mahalnya harga investasi itu.\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e***\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003ePernahkah kita berpikir kalau Tuhan merancang bentuk tubuh kita dengan asal - asalan?. Tidak Tuhan merancangnya dengan penuh kasih sayang dan sesuai dengan komposisi kehidupan kita nantinya. Tapi sekarang semua itu kurang menurut kita secara duniawi sehingga rasa syukur itu sudah hampir punah dalam kehidupan kita. Apakah ada yang dapat menggantikan investasi yang berharga itu?. sama sekali tidak. Maka itu harganya begitu tak terkiranya. Namun akibat dalih yang menurut sebagian orang adalah \"pantas\", mereka membiarkan investasi itu berada dalam bursa efek. Yup berada di \u003cspan style\u003d\"font-size:130%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eBursa efek MAUT\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eoopss hampir lupa!!!\u003cbr /\u003emau say thanks nih sama \u003ca href\u003d\"http://berbagibersana.blogspot.com//\" style\u003d\"font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);\"\u003embak Else\u003c/a\u003e  dan \u003cspan\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://acyhome.blogspot.com//\" style\u003d\"font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);\"\u003eAcy\u003c/a\u003e atas awardnya.\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\u003cspan\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cspan\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cspan\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNIo2ZbsY_I/AAAAAAAAAL4/eG643dRH0AU/s1600-h/kreativ+blogger.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 159px; height: 171px;\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNIo2ZbsY_I/AAAAAAAAAL4/eG643dRH0AU/s320/kreativ+blogger.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5247301430845137906\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eWe need friends to comfort us\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003ewhen we are sad,\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eand to have fun with us when we are glad.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eWe need friends to give us good advice,\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eWe need someone we can count on,\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eand treat us nice.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eWe need friends to remember us\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eone we have passed\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003esharing memories that will always last.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eWe need friends for many reasons,\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003eall throughout the season.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cspan\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cspan\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003cspan\u003e\u003cspan class\u003d\"fullpost\"\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNIo2vo7egI/AAAAAAAAAMA/Akb_GtLL5hA/s1600-h/awardCute_red300.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 207px; height: 93px;\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNIo2vo7egI/AAAAAAAAAMA/Akb_GtLL5hA/s320/awardCute_red300.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5247301436806232578\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003eUntuk sementara dipajang aja dulu ntar baru mau diteruskan....\u003cbr /\u003eEit... Thanks allot lagi ya.... so much\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://5setia.blogspot.com\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg alt\u003d\"Coffee Seed\" src\u003d\"http://i529.photobucket.com/albums/dd336/k0ny4/anigif.gif\"/\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6775692563009996706-5562384578747670891?l\u003d5setia.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://5setia.blogspot.com/feeds/5562384578747670891/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2008/09/investasi-yang-sudah-tidak-berharga.html#comment-form","title":"26 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/5562384578747670891"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/6775692563009996706/posts/default/5562384578747670891"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://5setia.blogspot.com/2008/09/investasi-yang-sudah-tidak-berharga.html","title":"INVESTASI yang sudah TIDAK BERHARGA"}],"author":[{"name":{"$t":"Forman Sidjabat"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/02492931342920215149"},"email":{"$t":"forman.sijabat_fkm_08b@yahoo.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"16299720889822352279"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://4.bp.blogspot.com/_jqlQgBztX1g/SNImZbk2J4I/AAAAAAAAALw/TVqsHpdhh_w/s72-c/emas.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"26"}}]}});