Jika aku ada disini itu karena ibuku
Jika aku bisa melangkah saat ini itu latih ibuku
Jika aku memilih saat ini itu perintah ibuku
Jika aku tertawa kali ini itu hibur ibuku
Jika aku maeah esok hari itu uji ibuku
Jika aku pandai saat ini itu didik ibuku
Jika aku tegar hari ini itu karena ibuku mencontohkannya
Jika aku memuja ibuku itu karena dia pantas mendapatkan
Jika aku tentram ketika susah itu doa ibuku
Jika aku berharap ibuku paling sering mendoakannya
Jika aku jatuh ibuku yang terlebih dahulu memberikan telapak tangannya
dan jika tangan itu menamparku, biarlah aku tertampar
Karena aku yakin tamparan itu akan membuatku kuat
Seperti kuatnya dirinya selama 13 tahun ini menjadi single fighter untukku dan saudaraku
Dan seperti kuatnya doanya yang mengiringiku dan saudaraku selama 13 tahun.
Jika aku sedikit menyeka gumpalan tangis itu karena aku merasa malu
Malu untuk semua hal yang kuberikan, ucapan kasar, kebohongan, dan bantahan untuknya
Jika aku mencoba biarlah itu menyenangkannya.
Tanpa kita sadari imajinasi kita lah yang memacu kita untuk terus bergerak. Berimajinasi memiliki rumah besar membuat setiap orang berlomba mencari uang, berimajinasi sebagai pemimpin membuat orang melatih otaknya menjadi pemikir tangguh, karena hidup adalah seni untuk sebuah kanvas, dan dengan imajinasi kita dapat menorehkan cat warna dengan takaran yang pas dan tepat sesuai komposisi kehidupan yang akan kita jalani nanti.
Kesampingkan persepsi demi kepentingan, kekuatan, kebesaran, pengembangan, dan keagungan koloni (berama), ini kesempatan pembuktian bukan kesempatan untuk memkasa.
Tugas Dengan Tema : "Permasalahan Kesehatan Lingkungan di Wilayah Anda"
Ketentuan Tugas :
- Bentuk Paper, Berisi (BAB 1. Latar Belakang, BAB 2. Isi, BAB 3. Penutup).
- Daftar Pustaka Minimal 5 (bukan dari internet, boleh internet namun bukan dari situs tidak pasti ex: blog, melainkan situs dinas kesehatan atau instansi terkait)
- Dilampirkan Foto Kegiatan/Objek.
- Dikumpul saat kuis tanggal 6 November 2009 (komfirmasi ke kating -saya- supaya di data untuk dosen).
- (akan ada perbaikan kententuan -lupa bawa catatan-)
Bukan Sekedar Tali Kur, Sepatu Pdh dan Seragam Bro..!
Tapi siapa sangka di sela-sela rasa iri saya ada juga sindiran bahkan pandangan miring untuk mereka (-terserah jika (dibilang) ini karena rasa iri saya yang berlebih). Namun kenyataan yang ada mereka di manjakan dan sekaligus di jatuhkan oleh rasa bangga itu. Mereka memang (dilatih) menggunakan konsep militer jadi (pasti salah) jika kita berkata mereka merasa nyaman-nyaman saja itu biasa. Tapi tidak biasa jika dikatakan kalau mereka tidak merasakan pendidikan yang membutuhkan keringat bukan karena push up, sit up, atau berlari. Banyak mahasiswa yang bahkan rela pontang-panting mencari pekerjaan sambilan untuk "kepuasan" perkulihannya. Sedangkan (beberapa dari) mereka dengan background yang mungkin (sedikit) di atas mahasiswa lain tidak perlu merasakan susahnya mencari uang dari kerja sambilan karena mereka (telah) dimanjakan negara untuk (seharusnya) menjaga nama baik negara. Mereka bangga dengan seragam coklatnya, dengan tali kur warna-warni, juga dengan sepatu Pdh mengkilat mereka tanpa bangga pada baju berkerah para mahasiswa dan sepatu sneekersnya.
Namun kenyataan yang ada siapa yang dapat menggulingkan tonggak Pemerintahan, siapa yang lebih sering mencoreng yang sudah mendidik dan membiayai, siapa yang hanya santai, siapa yang terlalu bangga, dan siapa yang (menjadi) sombong. Pertanyaan itu dapat di jawab dengan veris berbeda, namun saya bisa menjawab dengan penjelasan ringan. Ketika kebanggaan itu menjadi kesombongan maka iya atau tidak seseorang akan merasa paling atas dan hasilnya mereka lupa diri, lupa akan kepada siapa dia harus mengabdi, kepada siapa dia harus menghormati, kepada siapa dia harus tunduk. Semua imbuhan me- itu mereka tidak terima, mereka lebih senang menerima imbuhan di-, dihormati, dibanggakan, disukai, dibayar, dan (mungkin) dibunuh (atau membunuh). Dibunuh disini bukanlah dibunuh secara nyata namun dibunuh oleh kebanggaan mereka sendiri. Ketika mereka lupa bahwa bangasa yang membayar dan memndidik mereka sesungguhnya mengharapkan rasa hormat dan bukan coreng akibat ulah mereka serta para pendidik mereka disana. Bangsa dan masyarakat (pasti) akan bangga jika mereka ingat yang harus mereka lakukan adalah membanggakan nama bangsa dan negara yang telah mendidik mereka secara khusus bukan malah membanggakan nama sendiri.
Seharusnya mereka tidak mencari seragam, tali kur, dan sepatu Pdh atau bahkan gaji yang akan langsung di terima . Tetapi mereka harus mencari sikap yang pantas untuk diletakkan di posisi paling depan dalam kamus etika bersosialisasi mereka baik di dalam maupun di luar posisi mereka sebagai orang yang mencari ilmu. Mereka harus ingat mereka diinginkan rakyat untuk memberikan senyum bukan memberikan kebanggaan (yang berlebih). Kebanggan yang sesungguhnya akab di dapat jika orang luar bangga dengan etika kita, etika engkau sebagai anak didik (kami) para rakyat yang membayar kalian. Kemanjaan akan kebanggan berlebih kalian akan menjadi boomerang walau kalian tetap tidak tergoyah dipijakkan kalian sebagai orang yang akan menikmati hasil keringat mahasiswa tanpa seragam, kelak. Tapi kami yakin kami mahasiswa yang (hanya) menggunakan kemeja berkerah juga tidak dapat digoyahkan karena kami (sudah) layak jadi anak bangsa yang berbudi, berakal, beretika, dan tidak mencoreng (walau kami tidak dibayar) negara dengan ulah brutal (hewani) karena kebanggan pada diri sendiri. Kami pilar Indonesia bukan (hanya) penikmat Indonesia.
- Cari UU yang berhubungan dengan K3 bukan artikel K3 juga bukan pasal dari UU
- Buat Judul yang menjadi judul analisis juga merupakan dasar pemikiran untuk menganalisis
- Analisis dari UU yang dipilih ditulis tangan dan dibuat paper (bukan makalah)
- UU diprint dan di jilid Analisis di selipkan di dalamnya
- Analisis berisi : Permasalahan Pokok (yang menjadi dasar pemikiran dan disesuaikan isi UU yang dianalisis), Tujuan, Kesimpulan, dan Saran
- Judul tiap individu berbeda, juga diusahakan tiap individu berbeda pemilihan UU nya.
- Kirim judul dengan format : Nama: Judul analisis, UU yang akan di analisis ke. 085247699889
- Tugas dikumpul Setelah Hari Raya Idul Fitri
Judul yang saya terima
- Isma : Analisis tentang realitas pelaksanaan K3 di Indonesia dari UU no. 23 tahun 1997
- Saya : Analisis tentang perlindungan HAM bagi tenaga kerja di Indonesia dari UU no.13 tahun 2003 (judul dapat berubah)
- Nur : Analisis tentang jaminan sosial bagi tenaga kerja di Indonesia dari UU no.1 tahun 1970
- Lis : Analisis pemeliharaan kesehatan tenaga kerja dari UU no.3 tahun 1992
- Zainudin : Pembinaan Keselamatan dan kesehatan tenaga kerja di lingkungan tempat kerja dari UU no.1 tahun 1970
- Novia : Analisis tentang perbaikan program keselamatan kerja dari UU no.14 tahun 1993
- Fatimah aka Ima : Analisis tentang jaminan keselamatan tenaga kerja dari UU no.1 tahun 1970
- Yuli Ambarwati : Analisis tentang tingkat pengawasan Pemerintah terhadap pelaksanaan K3 di Indonesia dari UU no.1 tahun 1970
- Rena : Rena : Analisis tentang perlindungan hukum bagi tenaga kerja wanita di luar negeri dari UU no.39 tahun 2004
- Riska : Analisis tentang syarat-syarat keselamatan kerja dari UU no.1 tahun 1970
- Candra : Analisis tentang pelanggaran memperkerjakan anak-anak dari UU no.13 tahun 2003
- Bayu : Analisis tentang ergonomi, Tunjangan Pelatihan dan Usia Produktif dari UU no. 13 tahun 2003
- Heni : Analisis tentang pengaturan dan pengawasan K3 di bidang tambang dari UU no.19 tahun 1973
- Annisa : Analisis tentang kesejahteraan Tenaga Kerja dari UU no.34 tahun 2004
- Wini : Analisis tentang Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak Gas Bumi dari UU no.44 tahun 1960
- Siti : Analisis tentang manajemen K3 dari UU no. 23 tahun 1992
- Ika : Analisis tentang belum terealisasinya pelaksanaan K3 dilingkungan kantor dari UU no. 23 tahun 1992
- Jein : Analisis tentnag penerapan UU no.23 tahun 1997 di lingkungan kerja serta hubungannya terhadap masyarakat pekerja dan masyarakat lingkungannya dari UU no.23 tahun 1997
- Dewi : Analisis tentang keselamatan penyelenggaraan Penerbangan dari UU no.15 tahun 1992
- Khairunnisa : Analisis tentang ketentuan-ketentuan pokok mengenai Tenaga Kerja dari UU.14 tahun 1969
- Vivi : -Judul Belum Ada- dari UU no.3 tahun 1992
Selengkapnya...










