Single Fighter is Wonder Prayer

Jika aku ada disini itu karena ibuku
Jika aku bisa melangkah saat ini itu latih ibuku
Jika aku memilih saat ini itu perintah ibuku
Jika aku tertawa kali ini itu hibur ibuku
Jika aku maeah esok hari itu uji ibuku
Jika aku pandai saat ini itu didik ibuku
Jika aku tegar hari ini itu karena ibuku mencontohkannya
Jika aku memuja ibuku itu karena dia pantas mendapatkan
Jika aku tentram ketika susah itu doa ibuku
Jika aku berharap ibuku paling sering mendoakannya
Jika aku jatuh ibuku yang terlebih dahulu memberikan telapak tangannya
dan jika tangan itu menamparku, biarlah aku tertampar
Karena aku yakin tamparan itu akan membuatku kuat
Seperti kuatnya dirinya selama  13 tahun ini menjadi single fighter untukku dan saudaraku
Dan seperti kuatnya doanya yang mengiringiku dan saudaraku selama 13 tahun.
Jika aku sedikit menyeka gumpalan tangis itu karena aku merasa malu
Malu untuk semua hal yang kuberikan, ucapan kasar, kebohongan, dan bantahan untuknya
Jika aku mencoba biarlah itu menyenangkannya.

My Mom Never Die as Single Fighter and Wonder Prayer.
Happy Anniversary Mom, love you and hope God always Bless You
Selengkapnya...

Imajinasi Ima

Ima gadis belia yang kerap diejek teman-teman sekolahnya karena fisiknya yang tidak sebagus dan semenarik gadis lain. Berat badannya yang memasuki kategori obesitas sering menjadi bahan ejekan. Itulah alasan kenapa Ima selalu bersikukuh untuk tidak mengunjungi gedung sekolahnya yang sudah berdiri dari tahun 1995 itu. Ima selalu memilih untuk singgah di salah satu game centre yang menyediakan banyak pilihan permainan game mulai dari yang online hingga yang offline. Dari belasan icon yang ada di desktop komputer Ima memilih Ayodance untuk dieksplorasi. Ima terlihat sumringah setiap bermain, semua beban ejekan dan berat badannya seperti diletakkan didalam tasnya yang selalu dia taruh dikolong meja komputer.

Dengan bebasnya Ima bermain dan berimajinasi sebagai penari profesional dengan lekukan tubuh seperti Madonna. Berbagai item dia beli untuk melengkapi dan semakin memantapkan keindahan karakter mayanya. Ima menyihir semua pemain game dengan imajinasinya, bahkan dia mendapatkan pujaan hati melalui game itu, memang tidak berada dalam satu kota tetapi Ima merasa bahagia karena gadis seburuk dia bisa mendapatkan seorang lelaki untuk menyudahi status singlenya.

Ima berhasil menyihir dunianya yang kelam dan penuh ejekan dengan imajinasinya. Tidak ada yang melarang orang untuk berimajinasi, karena pribadi kitalah yang berperan dalam dunia kecil yang kita buat itu. Imajinasi adalah salah satu kekuatan bagi setiap manusia termasuk Ima. Hanya dengan berimajinasi Ima dapat menjalani hidupnya dengan senyuman yang ada di bibirnya. Ima hanya punya kekuatan yang dapat membuatnya terus menerima kehidupan dan ejekan, yaitu imajinasinya. Imajinasinya sebagai seorang diva yang sama dengan manusia lain, bahkan di atas mereka.

Tanpa kita sadari imajinasi kita lah yang memacu kita untuk terus bergerak. Berimajinasi memiliki rumah besar membuat setiap orang berlomba mencari uang, berimajinasi sebagai pemimpin membuat orang melatih otaknya menjadi pemikir tangguh, karena hidup adalah seni untuk sebuah kanvas, dan dengan imajinasi kita dapat menorehkan cat warna dengan takaran yang pas dan tepat sesuai komposisi kehidupan yang akan kita jalani nanti.

BERIMAJINASILAH SEBAGAI PEMENANG dan LAKUKAN APA YANG PEMENANG LAKUKAN

Selengkapnya...

Mereka Panggil Saya Tai Lincung

Sebuah pertemanan tidak lengkap jika tidak saling memberi nama panggilan. Itulah yang terjadi pada saya, mengenal dunia baru membuat saya mengenal berbagai kata unik sebagai panggilan, salah satunya adalah tai lincung (selanjutnya ditulis te'lincung). Anehnya kata-kata itu digunakan untuk memanggil saya, dan saya hanya merasa santai dan tidak masalah dengan penyematan kata itu (bodoh memang). Entah darimana dan mengapa kata itu bisa dipatenkan untuk saya. Memang terdengar kurang sopan dan tidak beretika jika mendengar kata te'lincung itu namun seiring perjalanan pendewasaan pemikiran, saya mengubah kata itu di otak saya menjadi The Leant Young. Sedikit memaksa memang tapi saya berusaha mengartikannya sebagai hal yang positif yaitu Sandaran Muda, dan itu berarti saya adalah calon-calon pilar baru yang akan jadi sandaran setiap orang. Dan memang saya harapkan demikian dapat menjadi pengubah dan pemikir baru untuk keadaan yang lebih baik demi banyak orang yang memberi saya kepercayaan dan juga untuk mereka yang berpandangan miring.

Seperti yang sudah saya katakan saya tidak keberatan mereka memanggil saya seperti itu karena saya selalu berusaha mengubah mindset saya dari melihat satu sisi menjadi ribuan sisi, dimana selalu ada hal baik didalam hal jelek. Seperti halnya bermain rubiks yang kini sedang saya  geluti, saya berusaha melihat dan memutarnya tidak dengan sudut dan putaran yang sama, karena jika tidak begitu maka setiap warna tidak akan mencapai kesempurnaan. Rubiks adalah cerminan kehidupan kita saya rasa karena banyak hal-hal kecil sebagai masalah yang harus dipecahkan dengan melihat masalah itu dari sisi yang berbeda, begitu pula yang terjadi ketika bermain rubiks, terlalu banyak kotak dan warna yang berbeda yang harus disatukan dengan cara melihat setiap kotak kecil dan setiap warna, bukan satu warna dan tertitik pada satu pusat. Sama seperti kata te'lincung yang sudah pasti dianggap hal yang tidak pantas saya terima sebagai panggilan saya maka saya berusaha untuk mengubahnya dan lebih menekankan kata baru yang lebih sempurna itu sebagai maksud dari mereka memanggil saya yaitu The Leant Young (-sandaran muda-), karena saya percaya dari semua panggilan, hinaan, makian, sahutan, dan kejadian apapun itu semua ada makna yang lebih baik dan tidak 100% memiliki makna jelek. Bagaimana kita mendapatkan makna baik itu, ? ya dengan cara kita memutar otak dan melihat dari ribuan sisi yang tersembunyi dan menyatukannya menjadi lebih baik, melakukan terobosan baru dan membuat ubahan yang lebih diterima otak kita sebelum kita langsung berpandangan jelek.
Menurut saya orang yang berpandangan miring setiap kali hal jelek terjadi di depan mata mereka adalah orang-orang yang belum menseting otak mereka untuk melihat dan menentukan pendapat dari sisi yang berbeda. Secara alamiah pendapat selalu muncul dari pandangan pertama memang tidak dapat disanggah tapi secara pemikiran, pendapat harusnya dicerna dan dikaji dengan berbagai pilihan yang rumit dan berbeda seperti proses menyamakan tiap sisi rubiks dengan menyatukan warnanya. Saya yakin ketika saya mengenal dunia yang berbeda lainnya (dunia nyata sebagai kuli tinta) nanti saya akan mempunyai pemikiran yang semakin mantap seperti setiap orang yang dengan mantapnya mengatakan tomat sebagai buah bukan sayur, dan kacang tanah sebagai buah bukan umbi, dan memiliki pemikiran yang rumit seperti setiap orang yang dengan rumitnya menentukan ayam atau telur yang lebih dahulu.


regrads,

The Leant Young (te'lincung)
Selengkapnya...

Peran Pembantu : Kesempatan Untuk Membanggakan

Hidup adalah sebuah kesempatan, namun banyak orang yang mengisi hidupnya dengan mengutamakan persepsi mereka sehingga kesempatan besar pun jadi tidak terlihat ketika mereka dihadapkan dengan intervensi persepi yang sudah mendarah daging. Kesempatan untuk membuat perubahan menjadi kecil, dan hanya memenuhi hidupnya dengan segala persepsi negatif dan pandangan miring tanpa ingin membantu.

Manusia diciptakan berkoloni dan hal itu mewajibakan mereka untuk mengagungkan koloni mereka, agar lebih menonjol dan tidak kalah saing dengan koloni lain. Tapi banyak hal yang melunturkan sikap mengagungkan itu salah satunya persepsi yang memang tidak dapat di lepaskan dari pandangan, pikiran, dan ucapan manusia. Memang akan terlihat munafik jika tangan melakukan apa yang mulut katakan tidak baik. Tapi akan terlihat dewasa dan berjiwa pemenang jika tangan dapat melakukan hal yang terbaik bagi koloni walaupun mulut berkata tidak. Hidup untuk koloni lebih bermanfaat dibanding hidup untuk pemikiran entah apapun perannya baik sebagai aktor utama, sutradara, produser, kru, atau bahkan peran pembantu yang dapat memantapkan sebuah seting keadaan. Tidak akan ada pencahayaan yang bagus,dan sound yang menderu jika tidak ada penggulung kabel, peran kecil terbukti sangat berperan dalam hal ini.
Tidak semua koloni yang terbentuk langsung berada pada keadaan di atas angin, beberapa diantaranya sedang merangkak menapaki setiap level untuk mencapai posisi yang berdampak besar bagi setiap koloni lainnya. Dibutuhkan seorang pelopor untuk berada di bagian paling depan sebagai ujung tombak. Bagai angsa-angsa yang berpindah tempat, hanya ada satu angsa yang diposisikan paling depan dan yang lainnyaberada di sisi kanan dan kiri untuk menstabilkan keadaan agar dapat sampai pada titik pendaratan yang memberikan keuntungan untuk semua angsa. Peran kecillah yang ada pada posisi itu, untuk mengasah setiap ujung tombak, memberi semangat ketika pelopor jatuh, menjaga arah dan mendampingi sebelum sampai pada tujuan, dan yang pasti mendukung dengan semangat yang sama dengan yang dimiliki seorang pelopor.
Seorang pelopor lahir dari koloni yang sama dengan para peran pembantu, lahir untuk tujuan bersama, lahir untuk melayani peran pembantu, dan lahir demi keagungan koloni. Inilah yang membuat para pemeran pembantu harus mengenyampingkan setiap persepsinya untuk memenangkan sebuah kesempatan, mengambil kesempatan untuk dapat turut serta sebagai peran pembantu yang aktif untuk memberi kebanggaan. Bukan sebagai peran pembantu pasif yang hanya dapat menjadi penonton di depan panggung bukan pekerja di balik panggung. Namun ikut tertawa dan hanya menikmati saja dengan posisi duduk tanpa melakukan perpindahan dan pekerjaan kecil untuk membuktikan peran diri sesungguhnya.
Yang dibutuhkan oleh koloni adalah seorang pelopor dan para peran pembantu yang mau bersama-sama membuat kebanggaan, mengenyampingkan persepsi untuk kebanggaan dan keagungan koloni, bergerak aktif sebagai peran pembantu yang diperhitungkan, bukan peran pembantu yang duduk apatis dengan segala persepsinya seperti benalu yang hidup dari jerih payah tanaman lain.
Lalu dimana posisimu, seorang pelopor yang membutuhkan para peran pembantu solid,  peran pembantu yang ikut menyokong seorang pelopor demi kebanggan koloni, atau hanya sebagai peran pembantu yang hanya menikmati tanpa memberi ukiran tetesan keringat untuk kebanggaan.
Kesampingkan persepsi demi kepentingan, kekuatan, kebesaran, pengembangan, dan keagungan koloni (berama), ini kesempatan pembuktian bukan kesempatan untuk memkasa.

Selengkapnya...

Tugas Dasar KesLing FKM B/2008

Tugas Dengan Tema : "Permasalahan Kesehatan Lingkungan di Wilayah Anda"
Ketentuan Tugas       :

  1. Bentuk Paper, Berisi (BAB 1. Latar Belakang, BAB 2. Isi, BAB 3. Penutup).
  2. Daftar Pustaka Minimal 5 (bukan dari internet, boleh internet namun bukan dari situs tidak pasti ex: blog, melainkan situs dinas kesehatan atau instansi terkait)
  3. Dilampirkan Foto Kegiatan/Objek.
  4. Dikumpul saat kuis tanggal 6 November 2009 (komfirmasi ke kating -saya- supaya di data untuk dosen).
  5. (akan ada perbaikan kententuan -lupa bawa catatan-)
Selengkapnya...

Bukan Sekedar Tali Kur, Sepatu Pdh dan Seragam Bro..!

Saya (selalu) merasa iri ketika melihat beberapa teman dengan bangganya memajang dan memamerkan foto-foto mereka ketika mengenyam pendidikan di akademi atau intitusi yang ada di Indonesia yang menggunakan seragam resmi. Memang sama dengan saya yang mengenyam pendidikan formal namun bedanya adalah di seragam dan prospek mereka menuju ke masa depan. Siapa tidak iri dengan gagahnya seragam coklat itu dan juga masa depan yang pasti sudah di tangan mereka.


Tapi siapa sangka di sela-sela rasa iri saya ada juga sindiran bahkan pandangan miring untuk mereka (-terserah jika (dibilang) ini karena rasa iri saya yang berlebih). Namun kenyataan yang ada mereka di manjakan dan sekaligus di jatuhkan oleh rasa bangga itu. Mereka memang (dilatih) menggunakan konsep militer jadi (pasti salah) jika kita berkata mereka merasa nyaman-nyaman saja itu biasa. Tapi tidak biasa jika dikatakan kalau mereka tidak merasakan pendidikan yang membutuhkan keringat bukan karena push up, sit up, atau berlari. Banyak mahasiswa yang bahkan rela pontang-panting mencari pekerjaan sambilan untuk "kepuasan" perkulihannya. Sedangkan (beberapa dari) mereka dengan background yang mungkin (sedikit) di atas mahasiswa lain tidak perlu merasakan susahnya mencari uang dari kerja sambilan karena mereka (telah) dimanjakan negara untuk (seharusnya) menjaga nama baik negara. Mereka bangga dengan seragam coklatnya, dengan tali kur warna-warni, juga dengan sepatu Pdh mengkilat mereka tanpa bangga pada baju berkerah para mahasiswa dan sepatu sneekersnya.

Namun kenyataan yang ada siapa yang dapat menggulingkan tonggak Pemerintahan, siapa yang lebih sering mencoreng yang sudah mendidik dan membiayai, siapa yang hanya santai, siapa yang terlalu bangga, dan siapa yang (menjadi) sombong. Pertanyaan itu dapat di jawab dengan veris berbeda, namun saya bisa menjawab dengan penjelasan ringan. Ketika kebanggaan itu menjadi kesombongan maka iya atau tidak seseorang akan merasa paling atas dan hasilnya mereka lupa diri, lupa akan kepada siapa dia harus mengabdi, kepada siapa dia harus menghormati, kepada siapa dia harus tunduk. Semua imbuhan me- itu mereka tidak terima, mereka lebih senang menerima imbuhan di-, dihormati, dibanggakan, disukai, dibayar, dan (mungkin) dibunuh (atau membunuh). Dibunuh disini bukanlah dibunuh secara nyata namun dibunuh oleh kebanggaan mereka sendiri. Ketika mereka lupa bahwa bangasa yang membayar dan memndidik mereka sesungguhnya mengharapkan rasa hormat dan bukan coreng akibat ulah mereka serta para pendidik mereka disana. Bangsa dan masyarakat (pasti) akan bangga jika mereka ingat yang harus mereka lakukan adalah membanggakan nama bangsa dan negara yang telah mendidik mereka secara khusus bukan malah membanggakan nama sendiri.

Seharusnya mereka tidak mencari seragam, tali kur, dan sepatu Pdh atau bahkan gaji yang akan langsung di terima . Tetapi mereka harus mencari sikap yang pantas untuk diletakkan di posisi paling depan dalam kamus etika bersosialisasi mereka baik di dalam maupun di luar posisi mereka sebagai orang yang mencari ilmu. Mereka harus ingat mereka diinginkan rakyat untuk memberikan senyum bukan memberikan kebanggaan (yang berlebih). Kebanggan yang sesungguhnya akab di dapat jika orang luar bangga dengan etika kita, etika engkau sebagai anak didik (kami) para rakyat yang membayar kalian. Kemanjaan akan kebanggan berlebih kalian akan menjadi boomerang walau kalian tetap tidak tergoyah dipijakkan kalian sebagai orang yang akan menikmati hasil keringat mahasiswa tanpa seragam, kelak. Tapi kami yakin kami mahasiswa yang (hanya) menggunakan kemeja berkerah juga tidak dapat digoyahkan karena kami (sudah) layak jadi anak bangsa yang berbudi, berakal, beretika, dan tidak mencoreng (walau kami tidak dibayar) negara dengan ulah brutal (hewani) karena kebanggan pada diri sendiri. Kami pilar Indonesia bukan (hanya) penikmat Indonesia.
Selengkapnya...

Tugas K3 FKM

  1. Cari UU yang berhubungan dengan K3 bukan artikel K3 juga bukan pasal dari UU
  2. Buat Judul yang menjadi judul analisis juga merupakan dasar pemikiran untuk menganalisis
  3. Analisis dari UU yang dipilih ditulis tangan dan dibuat paper (bukan makalah)
  4. UU diprint dan di jilid Analisis di selipkan di dalamnya
  5. Analisis berisi : Permasalahan Pokok (yang menjadi dasar pemikiran dan disesuaikan isi UU yang dianalisis), Tujuan, Kesimpulan, dan Saran
  6. Judul tiap individu berbeda, juga diusahakan tiap individu berbeda pemilihan UU nya.
  7. Kirim judul dengan format : Nama: Judul analisis, UU yang akan di analisis ke. 085247699889
  8. Tugas dikumpul Setelah Hari Raya Idul Fitri

Judul yang saya terima
  • Isma : Analisis tentang realitas pelaksanaan K3 di Indonesia dari UU no. 23 tahun 1997
  • Saya : Analisis tentang perlindungan HAM bagi tenaga kerja di Indonesia dari UU no.13 tahun 2003 (judul dapat berubah)
  • Nur : Analisis tentang jaminan sosial bagi tenaga kerja di Indonesia dari UU no.1 tahun 1970
  • Lis : Analisis pemeliharaan kesehatan tenaga kerja dari UU no.3 tahun 1992
  • Zainudin : Pembinaan Keselamatan dan kesehatan tenaga kerja di lingkungan tempat kerja dari UU no.1 tahun 1970
  • Novia : Analisis tentang perbaikan program keselamatan kerja dari UU no.14 tahun 1993
  • Fatimah aka Ima : Analisis tentang jaminan keselamatan tenaga kerja dari UU no.1 tahun 1970
  • Yuli Ambarwati : Analisis tentang tingkat pengawasan Pemerintah terhadap pelaksanaan K3 di Indonesia dari UU no.1 tahun 1970
  • Rena : Rena : Analisis tentang perlindungan hukum bagi tenaga kerja wanita di luar negeri dari UU no.39 tahun 2004
  • Riska : Analisis tentang syarat-syarat keselamatan kerja dari UU no.1 tahun 1970
  • Candra : Analisis tentang pelanggaran memperkerjakan anak-anak dari UU no.13 tahun 2003
  • Bayu : Analisis tentang ergonomi, Tunjangan Pelatihan dan Usia Produktif dari UU no. 13 tahun 2003
  • Heni : Analisis tentang pengaturan dan pengawasan K3 di bidang tambang dari UU no.19 tahun 1973
  • Annisa : Analisis tentang kesejahteraan Tenaga Kerja dari UU no.34 tahun 2004
  • Wini : Analisis tentang Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak Gas Bumi dari UU no.44 tahun 1960
  • Siti : Analisis tentang manajemen K3 dari UU no. 23 tahun 1992
  • Ika : Analisis tentang belum terealisasinya pelaksanaan K3 dilingkungan kantor dari UU no. 23 tahun 1992
  • Jein : Analisis tentnag penerapan UU no.23 tahun 1997 di lingkungan kerja serta hubungannya terhadap masyarakat pekerja dan masyarakat lingkungannya dari UU no.23 tahun 1997
  • Dewi : Analisis tentang keselamatan penyelenggaraan Penerbangan dari UU no.15 tahun 1992
  • Khairunnisa : Analisis tentang ketentuan-ketentuan pokok mengenai Tenaga Kerja dari UU.14 tahun 1969
  • Vivi : -Judul Belum Ada- dari UU no.3 tahun 1992
Untuk yang lain harap tidak mengangkat UU no.1 tahun 1970, UU no.13 tahun 2003, UU no.34 tahun 2004
Selengkapnya...

Pelanggan Kopi

| Literature | DigNow.net | Literature Blogs | Books & Literature Blogs - Blog Rankings | Top Literature blogs | Powered by  MyPagerank.Net | TopBlogues | | My BlogCatalog BlogRank | Kaltim Bloggers United |