Wednesday, September 24, 2008

Karena Kita Kayak Kopi

Pagi itu ketika ku mencium harumnya aroma kopi itu aku merasa ada sesuatu yang menarik dibalik hitam pekatnya warna KOPI itu. Kutuang air yang masih mengeluarkan uapnya agar dapat kumenikmati kopi asli pedesaan itu. Tanpa menggunakan gula putih kucoba merasakan rasa asli kopi itu. PAHIT sepahit hidup yang pernah kujalani dulu, saat kuterjatuh dalam kegagalan yang masih belum bisa kuterima. Kutaburkan beberapa sendok makan gula agar ia dapat menetralisirkan rasa PAHIT itu, atau menguranginya saja kalau tidak bisa menetralisirkan karena ku tahu PAHIT adalah bagian utama dari KOPIyang tidak bisa dipisahakan begitu saja. Sama halnya saat kalian dan teman - teman tempatku berbagi "menaburkan" kata - kata yang menyemangatiku, juga mendorong aku agar dapt maju tanpa harus menoleh kebelakang lagi.
***
Waktu itu aku baru menyadari kalau hidup ini tidak dapat dipisahkan dari yang namanya kegagalan, kemunafikan, saat - saat kelam, kedengkian, keirian dan semua yang kita sebut sifat - sifat "HITAM". Namun selain itu, layaknya KOPI yang tidak bisa lepas dari warna HITAM aku juga menyadari kalau KOPI tidak bisa melepaskan "dirinya" dari warna PUTIH, karena dengan warna PUTIH yang entah berasal dari gula maupun krim KOPI dapat berguna dan membuat sekitarnya nyaman. Begitulah hidup kita yang hanya diwarnai HITAM dan PUTIH bukan ABU - ABU. Kita tentu dilengkapi sifat - sifat baik yang membuat kita selalu dihati seseorang entah siapapun itu.
***
Begitu panjang proses kehidupan KOPI ini agar ia menjadi KOPI dengan kualitas tinggi dan berharga mahal, ketika sang petani mengambil bibitnya dan menaburnya. Ia tidak begitu saja mendapatkan hasil yang begitu istimewa, tapi ia harus menunggu berminggu - minggu sampai tiba saatnya biji - biji KOPI itu mengeras dan matang. Dengan keringat, sang petani terus menjaga dan merawat bibit- bibit itu, tanpa mengenal lelah ia terus merawat mereka karena ia tahu ketika saatnya ia harus melepaskan BIJI - BIJI itu ke tempat penggilingan, dengan perwatan yang baik maka hasil akhirnya pun baik dan sangat berharga. Begitulah manusia, setiap orang tentu akan dirawat oleh seseorang yang tidak pernah patah arang dalam mendidik kita entah mereka orangtua kandung, angkat, para baby sitter, para preman jalanan, atau lainnya. Dan ketika tiba waktunya mereka sudah tidak merawat kita sepenuhnya seperti waktu kita masih bayi dan melepaskan kita sama seperti para petani melepaskan BIJI - BIJI KOPInya ke tempat penggilingan. Maka semua sudah ditangan kita sendiri apakah kita mampu dan mau melewati semua proses seperti proses panjang agar menjadi BUBUK KOPI berkualitas.
***
Saat kumembayangkan proses penghalusan biji KOPI yang begitu panjang agar ia dapat berguna, aku baru menyadari kalau menjadi seseorang yang berguna haruslah melewati perjalanan dan proses yang panjang. Kita harus dapat bertahan dikala kita jatuh dan menderita sama seperti saat BIJI KOPI digerus dan digiling dengan suhu yang begitu panasnya. Tersirat jangan pernah mengeluh disana, walau KOPI tidak bisa bicara tapi bila biji itu tidak tahan maka ia akan gosong dan dibuang. Bayangkan dari BIJI KOPI yang begitu kerasnya setelah melewati brbagai macam proses ia dapat menjadi BUBUK KOPI yang halus dan harum. Begitulah kita seharusnya menjalani hidup terus belajar dan melewati semua proses agar kita dapat melunak dan menjadi HARUM pada akhirnya. Sehingga kita tidak sia - sia namun dapat berguna bagi sekitar kita.
***
Tidak hanya kita yang bangga, sama seperti para petani KOPI yang bangga saat mendapatkan BIJI - BIJI yang mereka lepas ke penggilingan menjadi BUBUK KOPI berkualitas, begitulah para orang yang merawat kita akan begitu bangganya ketika mereka tahu kalau orang yang sekian bulan ia kandung dan sekian tahun ia rawat berhasil melewati dan melalui semua proses panjang, tidak hanya proses yang membuat kita tersenyum tapi juga proses yang membuat kita menangis sekalipun.



uupss i wanna say thanks to my luv mommy in blog BUNDA RIERIE , my eldest brother in blog world BANG BAYU,my friend in blog GELLY, RYAN (mbah13), IPANKS..
Thanks for the award but i will show it after this post...(tes - tes nulis inggris setelah belajar ma BANG BAYU, kalo salah maap..... akh malu aku!!!! sumpah malu banget)
(akh ngapain malu,, kalo malu terus tidak akan pernah berkembang... ngeram aja sampe jelek)

Gambar saya ambil Di Sini

25 comments:

  1. wah tulisannya inspiring...kita semua punya sisi putih dan hitam. Skr cara kita managenya aja gimana yg hitam, ga hitam2 bgt.

    ReplyDelete
  2. emang kopinya terasa pahit y om?klo terasa pahit mending minum kopinya sambil ngeliat wajah saya ntr dijamin deh pasti langsung terasa manis kopinya hehehe

    ReplyDelete
  3. aq klo minum kopi sambil liat aan, kok rasa kopinya tambaha pahit yah?

    kaburrrrrrrrrrrr.

    piss bro!

    ReplyDelete
  4. Nice posting :D

    Tetep semangat ya Bro... hohoho...
    Jbu

    ReplyDelete
  5. sangat inspiratif,,,bisa dijadikan pedoman hidup...btw suka kopi juga kan..?tercium dari aroma blog-nya yang bau kopi Arabika(he3x). Nestcafe classic favoritku lho kalo kopi,nikmat banget,apalagi kalo dicampur dengan krim,,,wuihhhsuasana ngeblog jadi hidup dengan ditemani secangkit nestcafe

    ReplyDelete
  6. It's real my Nemo...
    jd inget Cintapucinno nya Rahmania itu...
    Asli greges dah ngomongin bgunian nya, klop dah pa postingannya,,..
    -skalian maaf lahir bathin ya sobat-

    ReplyDelete
  7. wow,
    great article, aan!
    *halah aku malah cobacoba berbahasa inggris juga*

    kopi, kalo gak dicampur susu sama coklat gak nendang..sama halnya dengan hidup, kalau gak direcokin gak asik

    *kabuuur*

    ReplyDelete
  8. filosofis banget nie Aan
    biji kopi bisa jadi teladan manusia ya.
    btw, kalo kebanyakan minum kopi bisa bikin tensi darah naek lho. *halah ga nyambung*
    nice post!

    ReplyDelete
  9. klo kopi terlalu pait gak enak, klo manis banged juga gak enak. Kopi memang punya cita rasa tersendiri..
    hebat inspirasinya, kira-kira pas bikin kopi lalu terinspirasi yah.. hmm koq gk pernah kepikiran ya yg kyk gitu?

    ReplyDelete
  10. wah.....pin... bener2 terinspirasi... oh ya bahasa inggrisnya bagus, mending daripada bunda ha.ha.

    ReplyDelete
  11. kalo acy bilang hidup itu proses, metamorfosis buat mencapai dan menjadi lebih baik :)

    ReplyDelete
  12. Filsofi Kopi... kayak si dee aja lo :p

    ReplyDelete
  13. terusin ya nulis artikel seperti..paling tidak ada yang terinspirasi ama tulisan kamu

    ReplyDelete
  14. WuIh artikelnya manteP BngTt aku suka makasih aan ^_^

    ReplyDelete
  15. tambah bijaksana aja nih..pin.. eh aan.. moga tambah pinter juga...

    ReplyDelete
  16. Inspiring. sangat mencerahkan....

    ReplyDelete
  17. Wooooowwwww.... bijaksana banget postingannya...

    Jalani hidup apa adanya aja...

    ReplyDelete
  18. wah... postingan yang bagus... :)

    ReplyDelete
  19. nice.. inspiring banget.. thanks.. :)

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar.
Mari kita bertukar Link.
Kunjungi http://5setia.blogspot.com/2007/07/temen-kuw.html untuk LINK EXCHANGE